Puluhan rumah hunian tetap (Huntap) untuk warga terdampak bencana banjir bandang Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, yang dibangun pada Agustus 2024 lalu, kini rampung dan tinggal dihuni. Meski begitu, warga terdampak bencana tersebut enggan “tukar guling” sebagaimana tawaran pemerintah Kota Ternate.
Berdasarkan amatan tuturfakta.com, ada 49 unit rumah yang dibangun di Kelurahan Jambula, Kecamatan Ternate Pulau Tersebut. Beberapa warga antusias datang mengecek bangunan Huntap tersebut dengan memilih berdasarkan nomor urut daftar nama-nama yang mengalami korban bencana Rua.
“Kita datang ke sini [lokasi Huntap] untuk mengecek sesuai nomor urut daftar nama-nama korban bencana Rua,” kata Rujia, warga Rua yang terdampak banjir bandang, saat ditemui wartwan, Kamis, 16 Januari 2025.

Rukia, bersukur dan berteri makasih karena pemerintah telah membangunkan rumah untuk mereka. “Saya sangat bersyukur berterima kasih atas kepedulian pemerintah dengan membangun Huntap ini,” ucapnya.
Namun, lanjut Rukia, warga enggan “tukar guling” pemerintah dan warga. Di mana, jika Huntap sudah dipakai dan digunakan, maka rumah warga yang terdampak banjir di Kelurahan Rua, bakal diambil alih pemerintah. “Kita menolak jika ada ‘tukar guling’. Di mana, rumah kami di Kelurahan Rua bakal diambil alih pemerintah setelah kami tinggal di rumah Huntap ini,” ujarnya.
Selain itu, Emi, warga lain yang terdampak banjir Rua mengatakan, mereka belum tahu pasti kapan rumah Huntap diresmikan oleh pemerintah. “Untuk peresmian rumah Huntap ini kita belum tahu pasti. Mungkin di bulan ini, tapi tidak tahu kapan,” ujarnya.
Saat ditanya soal tukar guling, Emi pun mengaku tidak sepakat dengan hal tersebut. “Jika ada hal demikian kami akan kembali ke tempat kami masing-masing,” tuturnya.

Penolakan serupa juga datang Husna. Ia mengatakan, mereka sempat ikut rapat. Dalam rapat tersebut, ada pembahasan soal tukar guling. Akan tetapi, warga menolak.
“Ada beberapa warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan total. Sayang kalau ada tukar guling. Karena itu, saya juga menolak hal tersebut. Namun, bagi warga yang rumahnya rusak total sudah sepantasnya mendapat tempat Huntap teresebut, karena mereka tidak lagi dibebankan dengan tukar guling,” tutupnya.
—–
Reporter: Jandri FokateaÂ

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.