Puluhan massa dari Front Mahasiswa Nasional (FMN) Ternate menggelar aksi unjuk rasa di depan Hotel Bela, Kelurahan Jati, Ternate Selatan, Senin, 2 Juni 2025. Mereka mendesak Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, membebaskan 11 warga Maba Sangaji, Halmahera Timur, yang ditangkap usai menolak aktivitas tambang nikel PT Position.
Roni Tuanger, Koordinator aksi, mengatakan, pentingnya keterlibatan Sherly dalam masalah yang dihadapi warga Maba Sangaji untuk dimediasi dan membebaskan 11 warga yang ditangkap Polda Malut saat menolak PT Position.
“Kita minta pihak provinsi Maluku Utara, terkhususnya Sherly Tjoanda, untuk bisa memediasi terkait dengan peristiwa penangkapan 11 warga ini,” kata Rony Tuanger, koordinator aksi kepada reporter Kadera sore tadi.
Roni mengatakan, sejak aksi solidaritas digelar beberapa waktu terakhir di Kota Ternate–dan daerah-daerah lain, belum ada respons dari pemerintah provinsi Maluku Utara. Karena itu, massa kembali turun dan menyasar lokasi Hotel Bela, tempat Sherly menginap.
“Jadi, kemarin sempat melakukan aksi demonstrasi di kediaman gubernur Maluku Utara. Namun, ternyata kediaman gubernur di sana dijadikan sebagai kediaman wakil gubernur (Sarbin Sehe). Sementara Sherly bertempat di Hotel Bela,” ucapnya.
Massa juga menuding kebijakan 100 hari kerja pasangan Sherly-Sarbin tidak berpihak pada rakyat. Mereka menilai kepemimpinan Sherly lebih berpihak pada investasi dan mengabaikan kepentingan masyarakat dan isu lingkungan.
“Kebijakan Sherly hari ini tidak fokus pada lingkungan hidup. Yang difokuskan hanya pada investasi. Tidak sesuai dengan apa yang disampaikan Sherly,” kata Roni.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.