Kondisi asrama mahasiswa asal Maluku Utara di Yogyakarta dilaporkan dalam keadaan memprihatinkan. Bangunan yang sudah berdiri sejak tahun 2005 itu mengalami banyak kerusakan, mulai dari atap bocor, plafon rusak parah, hingga toilet tidak berfungsi.

Akibatnya, para penghuni asrama terpaksa menggunakan toilet di minimarket dan musala sekitar saat ingin buang air besar. “Septic tank penuh dan toiletnya tidak bisa dipakai,” kata Gaston, mahasiswa asal Kota Ternate, mengutip Balengko.

Gaston telah menetap di asrama hampir lima tahun. Ia kecewa karena kondisi asrama tak kunjung diperbaiki. Sebab, kalau musim hujan, air bahkan masuk sampai di dalam ruangan karena atapnya bocor. Lantai asrama sampai tergenang air sehingga membuat mahasiswa sulit belajar maupun beristirahat.

Hasrul Hi. Kahar, salah satu penghuni asrama, mahasiswa Universitas Widya Mataram Yogyakarta, mengatakan kerusakan tersebut sudah berlangsung cukup lama namun tak kunjung diperbaiki.

“Kalau saya dari Ternate dan tinggal di asrama sejak 2021. Kalau asrama punya kerusakan itu bahkan jauh sebelum torang [kita] tinggal, dan itu sulit sekali diperbaiki. Kalau perbaiki harus rombak total bagian atap, pun plafonnya,” kata Hasrul kepada Kadera lewat sambungan telepon, Rabu, 23 Juli 2025.

Kondisi atap asrama mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta yang telah rusak total bersama fasilitas lain yang tampaknya tak layak huni. Foto: Penghuni asrama

Bangunan asrama itu diresmikan oleh Thaib Armayn, mantan Gubernur Maluku Utara pada Maret 2005. Saat ini asrama dihuni oleh sekitar 10 mahasiswa dari berbagai kabupaten/kota di Maluku Utara, seperti Ternate, Halmahera Barat, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan.

Hasrul mengatakan, meski beberapa kali menyambangi asrama, tetapi pemerintah provinsi Maluku Utara tampaknya terkesan abai. Tidak ada tindak lanjut atau perbaikan fasilitas yang tak layak huni tersebut.

“Pernah bikin proposal dan kirim ke pemerintah daerah, tapi tidak dapat kabar sampai sekarang,” jelas Hasrul.

Hasrul berharap ada perhatian serius dari Pemprov Maluku Utara terhadap kondisi asrama yang rusak parah tersebut. Ia menilai, selain sebagai tempat tinggal mahasiswa, asrama tersebut juga merupakan aset daerah yang seharusnya dijaga.

Rabul Sawal
Editor
La Ode Zulmin
Reporter