Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tidore Kepulauan akan menerima dua unit mobil ambulans baru pada tahun 2025, masing-masing berupa ambulans emergency dan unit pengelola darah. Pengadaan kedua unit ini berasal dari usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025.
“Saat ini kami memiliki tiga unit ambulans, yaitu satu ambulans jenazah dan dua ambulans transport yang diadakan pada tahun 2015. Penambahan dua unit baru ini terdiri dari ambulans emergency dan mobil unit pengelola darah,” ujar Direktur RSUD Tidore Kepulauan, dr. Fajar Puji Wibowo, pada Kamis, 11 September 2025.
Menurut dr. Fajar, mobil unit pengelola darah akan dioperasikan untuk mencari donor darah secara keliling dengan jadwal dua minggu sekali. Selain itu, mobil ini juga akan digunakan saat kegiatan bakti sosial yang berkaitan dengan donor darah.
“Dengan hadirnya mobil ini, kita tidak hanya menunggu masyarakat yang membutuhkan darah datang ke rumah sakit, tetapi secara aktif menjemput bola untuk melakukan kegiatan donor darah,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk mendukung operasional mobil ini, pihak rumah sakit akan membentuk tim khusus dan mengirimkan surat pemberitahuan ke setiap dinas atau instansi terkait.
“Layanan ini tidak hanya terbatas di Pulau Tidore, tetapi juga akan menjangkau wilayah daratan Oba, agar mobil tersebut benar-benar dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.
Sementara itu, mobil ambulans emergency akan difungsikan untuk melayani pasien dalam kondisi darurat, termasuk rujukan ke rumah sakit lain seperti di Kota Ternate, serta untuk keperluan tamu VIP.
“Ambulans emergency ini akan digunakan untuk situasi darurat, terutama dalam kondisi pasien yang harus segera dirujuk,” tambah dr. Fajar.
Adapun anggaran pengadaan dua unit mobil tersebut berasal dari DAK tahun 2025, dengan nilai masing-masing sekitar Rp1,2 miliar untuk ambulans emergency dan Rp1,7 miliar untuk mobil unit pengelola darah.
Terkait jadwal operasional, dr. Fajar mengatakan hal itu akan disesuaikan oleh petugas di lapangan, bisa seminggu sekali atau dua minggu sekali, tergantung kebutuhan.
“Harapan kami, dengan adanya mobil ini, ketersediaan darah bisa tetap terjaga. Kita bukan PMI, tapi kita bisa berperan aktif mencari pendonor, agar masyarakat yang membutuhkan darah bisa segera tertolong,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.