Pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bobong tipe C yang berlokasi di kawasan Alun-alun, Ibu Kota Bobong, Pulau Taliabu, kini telah mencapai progres sebesar 26 persen.

Hal tersebut disampaikan oleh Asep Kamaludin, Site Manager HSE proyek tersebut, saat diwawancarai Kadera.id pada Rabu, 5 November 2025.

Menurut Asep, saat ini pembangunan RSUD Bobong telah memasuki tahap struktur atau fase pengecoran lantai tiga.

“Alhamdulillah, progres pekerjaan saat ini sudah masuk tahap struktur, yakni fase pengecoran lantai tiga. Untuk bagian belakang, pekerjaan masih pada pengecoran lantai dua. Jadi, secara keseluruhan progres pembangunan sudah mencapai 26 persen,” jelasnya.

Asep menyampaikan bahwa target penyelesaian pembangunan RSUD Bobong dijadwalkan rampung pada April 2026.

“Target pekerjaan kami adalah selesai pada April 2026. Sebenarnya, pada rencana awal saat masih di Ratahaya, targetnya akhir 2025 dengan serah terima di awal 2026. Namun karena adanya perpindahan lokasi, desain ulang, serta penyesuaian waktu dan dokumen, jadwal mengalami kemunduran. Kami sudah melakukan adendum, dan target akhir proyek ditetapkan pada April 2026,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembangunan diharapkan sudah selesai sebelum Lebaran 2026.

“Insyaallah pada Januari hingga Maret 2026 bangunan sudah rampung, sehingga sebelum Lebaran bisa dilakukan serah terima kepada Kementerian Kesehatan, didampingi Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Terkait aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Asep menegaskan bahwa pihaknya telah menerapkan sistem khusus untuk menjamin keselamatan para pekerja di lapangan.

“Kami memiliki sistem tersendiri terkait penerapan K3 bagi seluruh pekerja. Sebelum bekerja, semua pekerja juga kami pastikan dalam kondisi sehat dengan melampirkan surat keterangan sehat dari rumah sakit atau dokter,” katanya.

Selain itu, seluruh pekerja proyek juga telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Untuk jaminan kerja, seluruh pekerja yang terlibat sudah kami daftarkan dalam BPJS Ketenagakerjaan atau BPJS Jasa Konstruksi. Jadi, Alhamdulillah semua tenaga kerja di proyek ini sudah terlindungi,” tandas Asep.