Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tidore Kepulauan terus mendalami kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang guru SDN Kalaodi pada 30 Oktober 2025 lalu. Hingga kini, penyidik masih mencari keterangan tambahan untuk mengungkap pelaku dalam peristiwa tersebut.

Kanit Samapta Satlantas Polresta Tidore, Ipda Tahir Rafata, mengatakan, keterangan dari saksi-saksi yang telah diperiksa sebelumnya belum cukup menjelaskan kronologi tabrakan yang menewaskan korban.

“Kami masih membutuhkan keterangan tambahan, baik dari keluarga korban maupun saksi lain. Dari situ mungkin ada informasi baru yang bisa membantu kami memperjelas penyelidikan,” ujar Tahir.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan rekonstruksi kejadian (reka ulang) sebanyak tiga kali di lokasi kejadian untuk mencari titik terang penyebab kecelakaan.

“Belum lama ini kami kembali turun ke TKP untuk melakukan reka ulang yang ketiga. Langkah ini kami lakukan untuk memastikan kronologi dan mencari tahu penyebab pasti kecelakaan,” jelasnya.

Menurut Tahir, hingga saat ini belum ada tersangka dalam kasus tersebut. Satlantas Polresta Tidore berencana memanggil empat orang saksi tambahan guna memperkuat hasil penyelidikan.

“Apabila dalam waktu dekat kami mendapatkan kejelasan dari saksi-saksi tambahan, hasilnya akan segera kami sampaikan kepada pihak keluarga korban,” tambahnya.

Penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab atas kecelakaan yang merenggut nyawa guru SDN Kalaodi tersebut.