Kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan seorang guru SDN Kalaodi meninggal dunia pada 30 Oktober 2025 lalu mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, H. Ade Kama.

Meninggalnya guru tersebut menimbulkan tanda tanya besar bagi warga maupun keluarga, karena hingga kini belum ada kejelasan dari pihak Satlantas Polresta Tidore mengenai penanganan kasus tersebut.

“Memang korban yang meninggal maupun yang diduga sebagai pelaku adalah keluarga saya. Tapi saya tidak menyatakan siapa pelakunya. Karena itu, saya mendesak pihak Lantas Polresta Tidore agar kasus ini benar-benar diselesaikan, supaya keluarga korban tidak merasa terabaikan,” ujarnya, Minggu, 23 November 2025.

Ade menegaskan, untuk mengungkap kasus ini, pihak kepolisian harus melakukan penyelidikan secara serius guna memastikan siapa pelaku dalam kecelakaan yang menewaskan guru SDN Kalaodi tersebut.

Ia menyebutkan, meskipun Satlantas telah mengambil langkah-langkah lanjutan, termasuk memanggil saksi tambahan, proses hukum tetap harus berjalan sebagaimana mestinya.

“Mudah-mudahan keluarga korban, di satu sisi, bisa mengikhlaskan sebagai takdir. Namun kita tidak boleh mengabaikan proses hukum. Dan siapa pun saksi dalam kejadian itu, diharapkan dapat memberikan keterangan yang benar,” tandasnya.

Ia berharap Satlantas Polresta Tidore dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik serta memastikan siapa yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, Kanit Samapta Satlantas Polresta Tidore, Ipda Tahir Rafata, saat dikonfirmasi via WhatsApp, mengatakan, kasus kecelakaan di Kalaodi masih dalam proses penyelidikan.