Sebanyak 20 peserta lolos ke sesi presentasi dalam Lomba Esai Pemajuan Kebudayaan yang digelar Lembaga Independensia bekerja sama dengan Balai Pemajuan Kebudayaan Wilayah XXI Maluku Utara. Kegiatan ini berlangsung sejak 8 November hingga 5 Desember 2025 dan mendapat antusias tinggi dari para penulis muda.
Para finalis akan memaparkan gagasan mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari Herman Oesman, Ghalim Umabaihi, dan Irfan Ahmad, pada Rabu, 10 Desember 2025, bertempat di Syamatira Resto, Kelurahan Makassar Timur, Kota Ternate.
Fuadsul Nurdin, penanggung jawab kegiatan, menjelaskan ini merupakan kali pertama pihaknya menggelar lomba esai setelah sebelumnya fokus pada pelatihan siswa dan mahasiswa. Lomba ini mengusung tema “10 Objek Pemajuan Kebudayaan” sesuai amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Menurut Fuadsul, kompetisi ini dilakukan untuk mengasah kepedulian generasi muda terhadap literasi kebudayaan sekaligus memberi ruang untuk mempublikasikan gagasan mereka.
“Sebanyak 20 tulisan terbaik kami pilih, dengan peserta berasal dari berbagai sekolah dan kampus di Maluku Utara maupun luar daerah,” ujarnya, Selasa, 9 Desember 2025.
Ia menambahkan, seluruh karya yang lolos kurasi akan dibukukan menjadi antologi esai kebudayaan Maluku Utara. Jika memungkinkan, peluncuran buku tersebut akan dirangkaikan dengan seminar kebudayaan di salah satu kampus di Ternate.
Fuadsul berharap kompetisi seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak pihak terlibat, agar budaya menulis di Maluku Utara makin tumbuh subur.
“Kami berharap pekerjaan menulis terus hidup sehingga sejarah, kebudayaan, serta gagasan cemerlang dapat tersalurkan dan dibaca generasi mendatang,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.