Sentral Mahasiswa Halmahera Barat (Sema Habar) menggelar diskusi bertema “Di Balik Ambisi Energi Terbarukan: Resistensi Warga Tapal Terhadap Geotermal di Maluku Utara” di Asrama Sema Halmabar, Kota Ternate, Senin, 8 Desember 2025.
Riwan Basir, Ketua Umum Sentral Mahasiswa Halmahera Barat, mengatakan diskusi ini gelar untuk memperkuat solidaritas warga yang hidup di wilayah proyek panas bumi di Halmahera Barat agar saling terhubung dan tidak merasa berjuang sendiri.
“Teman-teman yang bernasib sama bisa saling bantu memperkuat gerakan perlawanan warga terhadap Korporasi panas bumi. Karena mereka juga membangun kekuatan yang besar dan warga harus saling membantu,” kata Riwan kepada Kadera, Rabu, 10 Desember 2025.
Menurut Riwan, relasi antarwarga menjadi penting, terutama dalam upaya menjaga hutan, kampung, dan sumber penghidupan masyarakat adat di Jailolo dan Sahu. Saat ini perusahaan geothermal PT Geo Dipa Energi telah memulai aktivitas di Desa Idamdehe Gamsungi dan Desa Idamdehe, Jailolo.
“Perusahan ini juga diisukan masuk ke Desa Payo, Pateng, Bobo Jiko, dan Bobo Induk dan Idamgamsungi,” ujarnya.
Riwan menambahkan, pembangunan proyek panas bumi berpotensi mencemari sumber mata air utama warga–Ake Cipu dan Ake Dolla–yang menjadi tumpuan kebutuhan hidup masyarakat setempat.
Ia menegaskan Sema Habar akan tetap mengawal proyek tersebut agar tidak mengorbankan warga. “Kami tidak anti pembangunan atau pertambangan, tapi kita harus mampu lihat kebutuhan masyarakat Halbar itu sendiri,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.