Desa Tolofuo, Kecamatan Loloda, Halmahera Barat (Halbar), terisolasi pasca banjir dan tanah longsor yang menerjang puluhan rumah warga pada Selasa, 6 sampai Rabu, 7 Januari 2026.
Farmin Abubakar (38), salah satu warga Desa Tolofuo, mengatakan, sebanyak 3 rumah warga rata dengan tanah, dan 7 rumah lainnya mengalami rusak berat. Sementara 16 rumah mengalami kerusakan ringan. Sisanya, lebih 20 rumah hanya terendam banjir.
Ia bilang, hingga kini, desa tersebut mengalami pemadaman listrik PLN, jaringan internet terputus, dan belum dapat bantuan dari Pemerintah Kecamatan Loloda maupun Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Barat.
Ia menjelaskan, penyebab terisolasinya warga karena di Desa Tolofuo tidak ada akses darat. Sedangkan akses laut tidak memungkinkan karena cuaca ekstrem mengakibatkan gelombang tinggi.
“Iya, terisolasi karena untuk saat ini Pemkab dan Pemerintah Kecamatan belum sampai ke tempat kejadian. Karena akses jalan darat tidak ada. Dan akses laut tidak bisa lintasi karena cuaca ekstrem. Tinggi gelombang sekitar 2 sampai 3 meter,” katanya kepada reporter Kadera.id, melalui penggilan telepon, Rabu, 7 Januari 2026.
Menurutnya, peristiwa itu terjadi sejak Selasa malam, 6 Januari 2026 sekitar pukul 21.00 WIT. Banjir mulai surut pada Rabu dini hari, 7 Januari 2026 sekitar pukul 2.00 WIT. Saat kejadian, warga berupaya mengevakuasi orang lanjut usia (Lansia) maupun balita. Atas kejadian itu, tidak menelan korban jiwa, hanya saja warga mengalami kerugian materil akibat sejumlah rumah mengalami kerusakan.
Ia meminta Pemkab Halbar melakukan penanganan cepat, baik menyalurkan bantuan logistik, maupun pemulihan listrik PLN, dan jaringan internet.
“Untuk sementara tidak korban jiwa, cuman rumah yang terdampak. Kalau kami dari masyarakat berharap bantuan dipercepat,” ungkapnya.
Hingga berita ini terbit, reporter Kadera.id masih berupaya mengonfirmasi Pemkab Halbar.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.