Satu dari dua rumah warga yang terdampak tanah longsor, ambruk ke dalam barangka atau kali mati di Kelurahan Kalumpang, Ternate Tengah, pada Rabu pagi, 7 Januari 2026.
Ulhusna Ulfah Nirsah, salah satu warga terdampak longsor mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pasca hujan deras. Saat itu, dia masih tertidur, tapi tiba-tiba terbangun karena mendengar bunyi ambruk di belakang rumahnya.
“Tara [tidak] banjir. Cuman tiba-tiba babunyi rumah rubuh. Itu karena longsor. Kami punya barang-barang di dapur juga jatuh ke kali mati. Tarada korban jiwa,” katanya, saat diwawancarai di tempat kejadian, Rabu, 7 Januari 2026.
Ia mengaku, hanya ada dua rumah yang terdampak tanah longsor. Namun, yang parah, rumah tetangga milik Faisal Aronggear karena ambruk hingga ke kali mati. “Mereka jatuh ke kali mati beserta rumahnya,” ujarnya.
Faisal Aronggear (35), korban tanah longsor mengatakan, ia bersama istri dan anak sudah terbangun sebelum tanah longsor terjadi. Saat itu, mereka semua masih berada di dalam rumah. Namun, begitu hujan redah, tiba-tiba rumah terseret ke kali mati bersama tanah longsor.
“Semua jatuh ke bawah (kali mati). Saya lindungi istri dan anak pakai kasur. Dia pe kejadian itu sekitar jam 5,” ungkapnya.
Meski begitu, kata dia, tidak ada korban jiwa. Hanya saja, badan istrinya mengalami sedikit sakit karena benturan saat rumah terjun ke kali mati.
Sementara, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Ternate, Ferry Hamdani Welley, saat dikonfirmasi sejumlah titik bencana di Kota Ternate, mengaku pihaknya masih berada di lokasi dan masih mengumpulkan data.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.