Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menerima kunjungan audiensi dari Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara beserta jajarannya, Senin, 19 Januari 2026.
Pertemuan ini membahas program revitalisasi Bahasa Tidore yang direncanakan pada tahun 2026. Audensi berlangsung di ruang rapat Wali Kota Tidore.
Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, menyampaikan apresiasinya kepada Balai Bahasa atas kesediaannya melakukan kajian ulang terkait status Bahasa Tidore.
“Kami sangat menghargai upaya Balai Bahasa untuk mempertimbangkan aspirasi masyarakat Tidore dalam menentukan status bahasa daerah ini,” ujar Wali Kota. Ia menekankan pentingnya merujuk penelitian sebelumnya, seperti karya James Maker, untuk memastikan keaslian dan pengakuan bahasa Tidore.
Perubahan status bahasa daerah menurut masyarakat Tidore sering dianggap sebagai representasi hegemoni budaya, yang berpotensi mengabaikan keadilan pengakuan terhadap warisan budaya dan bahasa lokal. “Mari bersama-sama menjaga komitmen mendukung program-program kebahasaan sebagai bagian dari jati diri bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Nukman, menegaskan bahwa pihaknya akan meninjau kembali status Bahasa Tidore yang saat ini dikategorikan sebagai dialek Bahasa Ternate. Peninjauan ini juga mencakup pemetaan bahasa daerah dan pengumpulan data perbandingan.
“Balai Bahasa akan menggunakan referensi seperti James Maker dan Ibu Wiliam sebagai dasar pembanding untuk mengusulkan kembali pengakuan Bahasa Tidore sebagai bahasa tersendiri,” jelas Nukman.
Ia menekankan, penetapan status Bahasa Tidore tidak bisa hanya berdasarkan sampel penutur yang menggunakan dialek Ternate. Survei titik penutur dan perbedaan kosakata hingga lebih dari 800 kata diperlukan agar pengakuan bahasa Tidore lebih akurat.
“Bahasa daerah adalah identitas dan jati diri suatu bangsa. Oleh karena itu, penting memastikan bahwa Bahasa Tidore diakui sebagai bahasa tersendiri, bukan sekadar dialek Ternate,” tegas Nukman.
Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara berencana melakukan pemutakhiran data bahasa daerah serta penelitian lebih mendalam terkait Bahasa Tidore sepanjang tahun 2026.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.