Dinas Pertanian Kota Tidore Kepulauan meluncurkan program baru tahun 2026 dengan menyalurkan bantuan bibit bagi petani milenial. Program ini dirancang khusus untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian sekaligus mencetak role model petani muda yang mandiri dan berdaya saing.
Program petani milenial ini menyasar anak-anak muda yang benar-benar fokus dan aktif di bidang pertanian. Kehadiran mereka diharapkan mampu mengubah stigma bahwa bertani identik dengan usia tua, serta menjadi inspirasi bagi generasi milenial Tidore untuk menjadikan pertanian sebagai pilihan masa depan.
Kepala Dinas Pertanian Kota Tidore Kepulauan, Fauzi Robo, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 pihaknya menargetkan pembinaan sekitar 20 kelompok petani milenial.
“Petani milenial yang kami gagas ini dikhususkan bagi anak-anak muda. Namun ada kriteria tertentu yang harus diverifikasi, agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan mereka memang aktif beraktivitas di lapangan,” ujar Fauzi, Kamis, 22 Januari 2026.
Ia menegaskan, program ini bertujuan meningkatkan semangat generasi muda untuk menekuni dunia pertanian, sekaligus menjadi motivasi bagi pemuda lainnya.
“Pertanian ini memiliki prospek yang sangat besar. Anak muda punya potensi besar untuk meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi angka pengangguran,” tegasnya.
Berdasarkan data Pustu Pertanian di tingkat bawah, satu kelompok tani milenial terdiri dari 5 hingga 7 orang. Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 200 petani milenial yang telah terdata dalam aplikasi Kementerian Pertanian.
Dari data tersebut, Dinas Pertanian berupaya mengarahkan petani milenial untuk meningkatkan produksi, sekaligus membangun citra positif bahwa bertani adalah profesi yang menjanjikan.
“Petani bukan hanya untuk orang tua. Anak muda justru punya energi dan inovasi untuk mendorong produktivitas pertanian,” tambah Fauzi.
Terkait petani yang usianya sudah tidak lagi produktif, Fauzi memastikan tetap akan diakomodasi. Namun, keterbatasan anggaran akibat pemotongan TKD membuat bantuan belum bisa diberikan secara menyeluruh.
“Jika kondisi anggaran kembali normal, bantuan tidak hanya kami fokuskan pada petani milenial, tetapi juga petani lain yang benar-benar aktif dan serius bekerja di lapangan,” jelasnya.
Ia menegaskan, prinsip utama Dinas Pertanian adalah memastikan seluruh bantuan tepat sasaran.
“Baik petani milenial maupun petani di atas usia milenial, selama mereka aktif bertani, pasti akan kami sentuh,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.