Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan melakukan perjalanan dalam daerah untuk meninjau langsung kondisi serta pelayanan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah lokasi.
Kunjungan ini melibatkan seluruh komisi di DPRD, yakni Komisi I, II, dan III, dengan titik lokasi yang berbeda-beda. Khusus Komisi I, fokus peninjauan dilakukan di empat kecamatan yang berada di daratan Oba.
Anggota Komisi I DPRD Tidore Kepulauan, Sarmin Mustari, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kegiatan tersebut. Ia menyebutkan, Komisi I meninjau dapur MBG di Kecamatan Oba Utara, Oba Tengah, Oba, dan Oba Selatan.
“Fokus kami memastikan pelayanan dan distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) berjalan baik di empat kecamatan daratan Oba,” ujar Sarmin, Jumat, 23 Januari 2026.
Ia menjelaskan, kunjungan awal dilakukan ke dapur MBG di Guraping, Kecamatan Oba Utara, kemudian dilanjutkan ke Desa Loleo, Kecamatan Oba Tengah.
“Dari empat kecamatan tersebut, baru dua dapur MBG yang sudah beroperasi, yakni dapur di Guraping dan Desa Loleo,” jelasnya.
Sementara itu, dapur MBG di Desa Bale, Kecamatan Oba, dan Desa Wama, Kecamatan Oba Selatan, masih dalam tahap perbaikan sarana dan prasarana.
“Jadi saat ini, baru dua dapur tersebut yang aktif melayani dan mendistribusikan MBG bagi siswa, lansia, dan balita,” tambahnya.
Selain meninjau fasilitas, Komisi I juga berdiskusi dengan pengelola dapur MBG terkait ketersediaan bahan baku. Dari hasil pertemuan tersebut, pengurus dapur menyampaikan bahwa mereka memprioritaskan penggunaan bahan baku lokal.
“Mereka berupaya mengambil bahan baku dari petani, nelayan, dan peternak di wilayah Kota Tidore Kepulauan,” ungkap Sarmin.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat kendala, khususnya pada ketersediaan telur dan ayam.
“Untuk telur dan ayam, saat ini masih didatangkan dari Sofifi dengan suplai dari Manado, karena belum ada penyedia lokal,” jelasnya.
Ke depan, Komisi I berkomitmen mendorong petani dan peternak lokal agar lebih aktif, sehingga seluruh kebutuhan bahan baku MBG dapat dipenuhi dari dalam daerah.
“Insya Allah ke depan semua bahan baku bisa diambil dari wilayah Kota Tidore Kepulauan,” harapnya.
Sarmin menambahkan, alasan Komisi I memulai peninjauan dari daratan Oba karena faktor rentang kendali yang cukup jauh. Selanjutnya, DPRD juga berencana meninjau pelaksanaan MBG di Pulau Tidore.
“Kami bersyukur, dapur MBG yang sudah aktif saat ini seluruh tenaga kerjanya merupakan putra-putri daerah. Harapannya, ke depan semua dapur MBG wajib memprioritaskan tenaga kerja lokal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.