Warga Desa Bicoli, Kecamatan Maba Selatan, Halmahera Timur, menyayangkan pernyataan Kepala Bagian Humas Pemkab Haltim, Yusuf Talib, terkait ketidakhadiran Bupati Ubaid Yakub, Wakil Bupati Anjas Taher, maupun perwakilan pemerintah daerah dalam Forum Adat II Kesangadjian Bicoli, Rabu, 22 Januari 2026. Padahal, panitia mengaku sudah mengirim undangan beberapa hari sebelum acara.

Iswadi S. Karim, pemuda Bicoli, mengatakan klarifikasi Yusuf yang dimuat di sejumlah media justru memicu kekecewaan baru. Dalam penjelasan itu, Pemkab menyebut undangan hanya sampai di Bagian Umum dan baru diteruskan ke bupati pada hari pelaksanaan kegiatan.

“Sebagai generasi muda, [kami] sangat kecewa. Pemda bilang itu hajatan adat, bukan hajatan Pemda,” kata Iswadi mantan Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Bicoli (IPMB) kepada Kadera, Jumat, 24 Januari 2026.

Menurut dia, ketidakhadiran pemerintah daerah mencerminkan sikap yang tidak menghargai panggilan adat. Ia menilai, saat momentum politik seperti pemilihan kepala daerah, pejabat kerap mendekati komunitas adat. Namun, setelah itu perhatian dinilai mengendur.

“Kalau tidak hadiri acara adat, sama halnya tidak penuhi rakyat punya panggilan adat. Apa fungsi dari pejabat tinggi yang ada di Halmahera Timur. Tugas dan fungsi sebagai bupati itu apa sampai tidak bisa mengikuti undangan adat yang sudah diberikan kepada Pemkab?” ujarnya.

Iswadi juga menilai peristiwa serupa berpotensi terulang di forum adat lain jika pemerintah daerah tidak mengubah sikap. Ia bahkan meminta bupati mengevaluasi pejabat yang bertanggung jawab atas pengelolaan surat-menyurat.

“Penanggung jawab surat harus dievaluasi karena tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya,” ucapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Yusuf Talib belum merespons permintaan konfirmasi yang dikirim sejak 23 Januari 2026.