Dua rumah di RT 04 Kelurahan Ngade, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, mengalami kebakaran, pada Senin, 9 Februari 2026, sekitar pukul 10.25 WIT.

Salah satu warga yang enggan menyebut namanya mengatakan, peristiwa terjadi ketika dirinya masih berada di dalam rumah. Ia hanya mendengar tetangga lain berteriak kebakaran. Menurutnya, sumber api diduga karena korsleting di atas atap rumah korban.

“Yang kabel-kabel itu kan tiangnya di dalam. Kayaknya korsleting listrik di atas atap rumah korban. Tidak tahu, kabelnya terlalu semrawut atau bagaimana,” katanya saat diwawancarai di tempat kejadian.

Ponda Abdul Gani, penghuni rumah kebakaran mengatakan, saat kejadian ia masih berada di dalam rumah bersama anaknya. Ia mengaku tidak tahu soal kebakaran tersebut. Mereka kaget ketika mendengar tetangga ribut di luar rumah dan berteriak kebakaran.

“Saya masih di rumah. Tetangga berteriak kebakaran. Karena itu kami keluar. Akhirnya saya amankan sejumlah barang-barang berharga.

Ponda juga mengaku tidak tahu penyebab kebakaran tersebut. Namun, ia menduga disebabkan korsleting listrik di atap rumah. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

“Tiba-tiba kami lihat begitu (ada asap). Bisa jadi korsleting. Nanti petugas yang pastikan,” ungkapnya.

Ponda bilang, rumah tersebut sebetulnya milik Masita Suraidi, yang kini masih berada di Obi, Halmahera Selatan. Karena Ponda dan anaknya kebetulan datang dari Obi, Halmahera Selatan, untuk berobat di Kota Ternate, rumah Masita yang kosong mereka dijadikan tempat menginap sementara.

“Pemilik rumah adalah Masita Suraidi (53). Seorang guru. Saat ini mereka masih di Madapolo, Obi. Saya datang berobat di sini dan tinggal di rumahnya,” ujarnya.

Terpisah, Komandan Piket Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ternate, Ateo, saat diwawancarai di lokasi, mengatakan pihaknya mendapat informasi terkait adanya kebakaran sekitar pukul 10.00 WIT.

“Setelah mendapat informasi, kita langsung meluncur ke lokasi tempat kejadian. Dua unit armada dikerahkan sekitar 20 orang personel,” katanya.

Ateo mengaku, saat dilakukan proses pemadaman, terjadi sedikit kendala lantaran arus listrik masih menyala sehingga pihaknya kembali menghubungi PLN untuk dilakukan pemadaman listrik sementara waktu.

“Sebenarnya tidak membutuhkan waktu lama untuk lakukan pemadaman, karena api juga belum terlalu besar, namun kendalanya arus listrik yang masih menyala. Api kira-kira berhasil dipadamkan sekitar 10 hingga 15 menit,” ucapnya.