Sebanyak 246 penumpang berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan dalam insiden karamnya KM Intim Teratai di perairan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Kapal tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan saat berlayar dari Pelabuhan Kupal menuju Pelabuhan Bastiong, Ternate, pada Selasa, 17 Februari 2026, sekitar pukul 04.45 WIT.
Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Namun, 14 orang dilaporkan mengalami luka berat dan dirawat di RSUD Chasan Boesoirie, Ternate. Sebagian besar korban mengalami patah kaki. Sementara itu, jumlah korban luka ringan masih dalam pendataan.
Jumlah penumpang yang dievakuasi mencapai 246 orang, jauh melebihi data manifest resmi yang mencatat 140 penumpang.
Salah satu korban selamat, Feri Tompunu, mengatakan dirinya sudah terbangun sekitar pukul 04.00 WIT ketika insiden terjadi. Tiba-tiba kapal menabrak karang dan menimbulkan getaran hebat.
“Gemuruhnya seperti tanah gempa yang kuat,” kata Feri saat diwawancarai di Pelabuhan Ahmad Yani.
Menurut dia, sebagian penumpang langsung melompat ke laut. Pada saat bersamaan, anak buah kapal menurunkan empat sekoci untuk melakukan evakuasi awal. “Jadi kapal tidak mati mesin seperti yang beredar. Tapi kapal tabrak karang. Bersyukur karena semua penumpang terselamatkan,” ujarnya.
Iwan Ramdani, Kepala Basarnas Ternate, mengatakan KM Intim Teratai masih dalam kondisi kandas. Seluruh 246 penumpang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Ia membenarkan bahwa berdasarkan manifest resmi, jumlah penumpang tercatat 140 orang. Namun, terkait dugaan kelebihan muatan, ia menyatakan tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan.
Soal penyebab kapal kandas, Iwan menyarankan agar hal tersebut ditanyakan kepada Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Maluku Utara.
“Alhamdulilah korban semua dalam keadaan selamat. Korban yang alami luka berat ada 14 orang,” ujarnya.
AKBP Eddy Daulay, Wakil Direktur Polairud Polda Malut, mengatakan belum dapat memberikan keterangan rinci terkait dugaan kelebihan kapasitas penumpang maupun penyebab kapal kandas karena masih dalam tahap penyelidikan.
“Kita sudah selesai evakuasi tadi, jadi kita akan lakukan penyelidikan. Apa penyebab kapal sampai kandas, kita belum bisa menduga-duga,” kata Edy.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.