Laut menanggung beban yang sangat besar dari perilaku menyampah manusia. Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut atau TKN PSL melaporkan, timbulan sampah plastik tahunan di laut Indonesia tahun 2022 mencapai 380 ribu ton.

Dari jumlah tersebut, sekitar 309,62 ribu ton atau 77,8 persen bocor dari darat. Ini setara dengan muatan penuh dari 377 ribu unit mobil dum truck. 

Meskipun luberan sampah darat ini berkurang 97,6 ton dibandingkan tahun sebelumnya, namun pada saat yang sama, terjadi peningkatan lebih dari dua kali lipat sampah yang bocor akibat aktivitas di laut.

Akan tetapi, plastik bukanlah kontributor utama polutan ini. Sisa makanan merupakan jenis paling mendominasi timbulan ini, sekitar 45 persen. Selanjutnya kertas dan kayu ranting daun, masing-masing 13 persen, kemudian plastik 10 persen.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, Provinsi Jawa Tengah adalah daerah dengan timbulan sampah harian terbanyak pada tahun 2022, yakni 16,17 ribu ton. Jateng menimbulkan 15 persen sampah nasional setiap harinya.

Sementara, data KLH tahun 2025 menyebutkan bahwa timbulan sampah tahunan Provinsi Maluku Utara sebesar 131,2 ribu ton. Akan tetapi, data tersebut masih hasil milik empat dari 10 kabupaten/kota, yaitu Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Halmahera Utara dan Pulau Morotai.