Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Ternate pada tahun 2026 bertambah menjadi 20 unit. Meski demikian, beberapa di antaranya masih dalam tahap proses pencairan anggaran operasional.

Hizkia Jaya Sakti, Koordinator Wilayah SPPG Kota Ternate, menjelaskan bahwa pada Desember 2025 jumlah dapur SPPG di Kota Ternate masih sebanyak 16 unit. Namun, berdasarkan catatan terbaru pada 2026, jumlahnya telah meningkat menjadi 20 unit, meski satu dapur belum mendapatkan pelatihan penjamah makanan.

“Sebanyak 16 dapur SPPG sudah beroperasi, sementara 4 lainnya masih menunggu proses pencairan anggaran,” kata Hizkia kepada Kadera, Senin, 23 Februari 2026.

Selain penambahan dapur SPPG, jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga meningkat. Sebelumnya, program ini hanya menyasar peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA. Kini, sasaran diperluas ke kelompok 3B, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita non-PAUD.

“Yang pasti, lebih dari 43 ribu penerima manfaat itu mencakup siswa dan B3,” ungkapnya.

Meski begitu, penambahan penerima manfaat 3B tersebut belum merata di setiap dapur SPPG. Sebagian dapur telah mendistribusikan MBG kepada kelompok 3B, sementara dapur lainnya belum. Hal ini disebabkan keterbatasan kapasitas, karena beberapa dapur sudah melebihi kemampuan produksi.

“Di beberapa SPPG ada penerima manfaat yang dikhususkan kepada B3. Tapi ini belum kami sama ratakan semua karena di beberapa tempat jumlah kapasitas dapurnya kelebihan jadi dia belum bisa menambah untuk B3,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai jumlah penerima manfaat 3B di Kota Ternate, Hizkia mengaku tidak mendata secara rinci karena data yang dimilikinya bersifat umum.

“Kalau itu langsung ke dapur. Karena kalau kami mendata secara secara rinci soal penerima manfaat B3. Hanya jumlahnya keseluruhan ada di masing-masing dapur,” ucapnya.