Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu secara simbolis menyalurkan bantuan sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Tahap I Tahun 2026 kepada 2.500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Widya L. Mus, didampingi Juru Bayar Bansos PKH–BPNT yang juga Kepala Kantor Pos Taliabu, Ridwan Ibrahim, Sekretaris Daerah Hayatuddin Fataruba, serta Kepala Dinas Sosial, Burhan Garusu. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat, pada Senin, 2 Maret 2026.

Bupati Sashabila, dalam sambutannya menegaskan, pengentasan kemiskinan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Ia mengaku Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu terus berkomitmen menjalankan berbagai program strategis, termasuk PKH dan BPNT/Sembako Tahap I Tahun 2026.

“Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu berkewajiban melaksanakan percepatan penanggulangan kemiskinan melalui berbagai program, termasuk PKH dan BPNT/Sembako tahap I tahun 2026,” ujarnya.

Pada tahap ini, bantuan disalurkan melalui PT Pos dan Himbara. Sebanyak 2.500 KPM menerima bantuan melalui Kantor Pos, sementara 736 KPM lainnya melalui Himbara, dengan total nilai bantuan mencapai Rp2.640.925.000.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada PT Pos, Himbara Cabang Pulau Taliabu, Kementerian Sosial, serta Dinas Sosial Kabupaten Pulau Taliabu yang telah bekerja keras memastikan bantuan tersalurkan kepada masyarakat yang berhak di delapan kecamatan.

“Terima kasih kepada PT Pos, Himbara, dan Kementerian Sosial, serta Dinas Sosial Kabupaten Pulau Taliabu yang telah bekerja keras memastikan bantuan ini tersalurkan kepada masyarakat yang berhak,” katanya.

Meski demikian, Bupati mengakui masih terdapat kendala dalam pemutakhiran data calon penerima melalui DTKS. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus melakukan pembenahan agar penyaluran bantuan ke depan semakin tepat sasaran.

Bupati berharap bantuan PKH dan BPNT/Sembako ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian keluarga, menurunkan angka kemiskinan, serta memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi di Pulau Taliabu.