Sejumlah penulis dan pegiat literasi di Maluku Utara sepakat membentuk sebuah event yang diharapkan menjadi ruang baru bagi perkembangan literasi di daerah tersebut. Kesepakatan itu lahir dalam pertemuan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Kedai Kofia, Lingkungan Sabia, Kelurahan Sangaji, Kota Ternate, Sabtu, 14 Maret 2026.
Dalam pertemuan itu, Wahyudin Gafur, penulis buku Gapolida (puisi dua bahasa Indonesia-Ternate), dipercaya menjadi koordinator kegiatan yang diberi nama TEMU, akronim dari Ternate Menulis.
Wahyudin mengatakan gagasan penyelenggaraan festival tersebut muncul dari keresahan para penulis dan pegiat literasi yang merasa ruang-ruang diskusi dan kegiatan literasi di Maluku Utara semakin jarang terdengar.
Menurut dia, TEMU dirancang sebagai festival literasi yang terbuka bagi siapa saja, penulis, pembaca, komunitas, hingga masyarakat umum, yang ingin terlibat dalam kegiatan literasi.
“Ini menjadi ruang bersama, sekaligus forum konsolidasi untuk semua orang yang mencintai dan ingin menghidupkan kembali semangat literasi di Maluku Utara,” ucap Wahyudin.
Ia menambahkan, festival tersebut bertujuan menghidupkan kembali gairah literasi sekaligus menyediakan ruang bagi orang-orang yang ingin berkarya dan belajar bersama.
“Festival TEMU ini murni independen untuk tujuan literasi. Karena sudah bertahun-tahun Maluku Utara tak punya event literasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.