Klub sepak bola Malut United resmi mengoperasikan fasilitas Training Camp terbaru yang berlokasi di Kota Ternate pada Senin, 23 Maret 2026. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya klub membangun infrastruktur profesional di wilayah Maluku Utara.
Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera (MMS), Dirk Soplanit, badan hukum yang menaungi Malut United, mengatakan pembangunan fasilitas ini telah dimulai sejak peletakan batu pertama pada 1 Mei 2025. Training camp tersebut berdiri di atas lahan yang kini dilengkapi dua lapangan latihan berstandar tinggi, masing-masing berukuran 72 x 110 meter dan 48 x 104 meter, dengan rumput berkualitas standar FIFA.
Dalam sambutannya, Dirk menyampaikan apresiasi kepada para pembina dan pemilik klub atas terwujudnya fasilitas tersebut. Ia menilai kehadiran training camp ini akan menjadi faktor penting dalam menunjang peningkatan performa tim.
Tak hanya menghadirkan lapangan latihan, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pemain dan ofisial. Tersedia mess pemain dengan 22 kamar tidur serta aula serbaguna, hunian khusus bagi pemain asing berupa 14 unit rumah tinggal beserta fasilitas keluarga, serta gedung gymnasium dengan peralatan lengkap untuk menjaga kebugaran fisik pemain.
Selain itu, training camp ini juga memiliki sarana ibadah berupa mushola, mess karyawan, serta dapur khusus yang dikelola oleh chef untuk memastikan kebutuhan nutrisi tim terpenuhi dengan baik. Lingkungan kawasan pun ditata secara asri, dengan akses jalan beraspal hot mix dan dipercantik oleh pohon hias bantuan dari Sekretaris Kota Ternate, Rizal Marsaoly.
Bersamaan dengan peresmian fasilitas ini, Malut United juga mengumumkan rencana peluncuran Akademi Sepak Bola Malut United yang akan bekerja sama dengan klub papan atas Portugal, SL Benfica. Kolaborasi ini mencakup penerapan metodologi serta sistem pelatihan teknis langsung dari instruktur Benfica.
Akademi tersebut direncanakan menampung sekitar 70 anak usia 7 hingga 9 tahun, dengan prioritas bagi anak yatim piatu serta mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Selain pembinaan sepak bola, para peserta juga akan mendapatkan pendidikan formal berbasis pesantren untuk siswa Muslim, serta pendidikan agama bagi siswa Kristen melalui kerja sama dengan Kantor Wilayah Agama Provinsi Maluku Utara.
Meski sempat dijadwalkan diluncurkan pada 7 Maret, kehadiran tim pelatih dari Benfica tertunda akibat kendala penerbangan internasional. Manajemen klub saat ini masih menunggu jadwal keberangkatan terbaru guna melaksanakan proses seleksi pemain akademi secara langsung.
Acara peresmian ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Pembina Klub Malut United, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI AD Saleh Mustafa, Sultan Tidore Husain Alting Sjah, Sultan Ternate Hidayatullah Syah, serta Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen Napiun.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.