Semangat sepak bola usia dini kembali membara di Kota Tidore Kepulauan. Turnamen Gawang Sedang Sumkusu Cup II kategori SD dan SMP yang digagas oleh pemuda Kelurahan Ome, Kecamatan Tidore Utara, resmi dimulai dan langsung menyedot antusiasme tinggi dari para pelajar.
Sebanyak 33 tim dari Kota Tidore dan Ternate ambil bagian dalam ajang ini. Para pemain muda ini siap menunjukkan kemampuan terbaik mereka, mulai dari teknik menggiring bola hingga kekompakan dalam bermain tim.
Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan bakat bagi generasi muda pecinta sepak bola. Selain menjadi olahraga yang digemari, sepak bola dinilai mampu membentuk karakter, disiplin, serta semangat kerja sama di kalangan pelajar.
Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, dalam sambutannya pada Sabtu, 4 April 2026, menyampaikan turnamen ini memiliki peran penting dalam menumbuhkan bibit-bibit pesepakbola muda daerah.
“Ajang ini diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta muda yang nantinya bisa mengharumkan nama Kota Tidore Kepulauan di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Selain memfasilitasi penyaluran bakat, turnamen ini turut membangkitkan semangat olahraga di kalangan pelajar.
Muhammad Sinen juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi yang kondusif, terutama di tengah dinamika yang terjadi di wilayah sekitar.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga stabilitas daerah, sehingga kegiatan positif seperti ini dapat terus berjalan dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, M. Fatahudin Hadi, mengungkapkan bahwa dari total 33 tim peserta, 28 tim berasal dari Kota Tidore dan 5 tim dari Kota Ternate.
Ia menjelaskan, selain sebagai ajang kompetisi, turnamen ini juga memiliki tujuan untuk mendukung perbaikan fasilitas lapangan sepak bola secara bertahap, serta mempererat hubungan persaudaraan antar daerah.
“Turnamen ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan sportivitas dan mencari bibit-bibit atlet sepak bola berbakat,” jelasnya.
Fatahudin pun berpesan kepada seluruh peserta agar tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung.
“Kalah dan menang adalah hal biasa dalam pertandingan. Yang terpenting adalah menjaga sikap saling menghormati, termasuk terhadap keputusan wasit,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.