Antusias mahasiswa Universitas Bumi Hijrah Tidore (UNIBRAH) begitu terasa saat mengikuti kuliah umum yang disampaikan Direktur Musik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Mohammad Amin, di aula kampus, Jumat, 10 April 2026.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Rektor III UNIBRAH, Mansyur Djamal. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mohammad Amin beserta rombongan. Menurutnya, kesempatan bertemu langsung dengan sosok berpengalaman di dunia seni, akademik, hingga birokrasi menjadi nilai tambah penting bagi mahasiswa.
Mansyur menilai semangat pengembangan ekonomi kreatif, khususnya di bidang kreativitas media dan musik, sejalan dengan visi kampus. UNIBRAH, kata dia, tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga mendorong pengembangan jiwa seni mahasiswa melalui berbagai kegiatan seperti musik, drama, paduan suara, hingga tari.
Selain itu, kampus juga terus mendorong lahirnya jiwa kewirausahaan mahasiswa, salah satunya melalui partisipasi dalam berbagai kompetisi entrepreneur. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di kalangan generasi muda.
Sementara itu, Mohammad Amin mengapresiasi UNIBRAH yang dinilainya memiliki perhatian serius terhadap sektor ekonomi kreatif. Ia mengungkapkan, dalam setiap kunjungan kerja ke daerah, dirinya selalu berusaha menyempatkan diri berbagi pengalaman dengan mahasiswa.
“Peluang ekonomi kreatif sangat besar dan memiliki ceruk pasar yang luas. Karena itu, sektor ini harus digarap dengan serius, termasuk dengan dukungan pemerintah pusat,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Amin Abdullah itu juga memotivasi mahasiswa agar berani memulai usaha kreatif dengan memanfaatkan teknologi. Ia menekankan pentingnya membangun brand sebagai identitas produk yang kuat dan mudah diingat.
Menurutnya, brand yang memiliki ciri khas akan lebih mudah membangun basis pelanggan. Ia juga mengingatkan pentingnya mendaftarkan hak kekayaan intelektual (HAKI) sebagai bentuk perlindungan terhadap karya.
“Perlindungan hak cipta sangat penting karena dapat menjadi sumber pendapatan jangka panjang, bahkan setelah pencipta pensiun dan bisa diwariskan,” jelasnya.
Dalam sesi diskusi, Amin Abdullah juga berinteraksi langsung dengan mahasiswa, termasuk mereka yang telah merintis usaha. Ia menjelaskan perbedaan antara UMKM dan ekonomi kreatif, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem bisnis kreatif yang saling terhubung.
Dosen Universitas Indonesia ini turut menyoroti potensi produk lokal yang bisa dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif. Ia menegaskan bahwa sektor ini tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berangkat dari passion dan hobi, sehingga pelakunya cenderung lebih gigih dan kompetitif.
Salah satu mahasiswa, Tesy, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat. Ia yang telah merintis usaha sejak SMA merasa mendapatkan suntikan motivasi baru.
“Materi yang disampaikan membuat saya semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha yang sudah saya mulai,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.