Sebanyak 2 ribu ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Perum Bulog Cabang Ternate dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat bulan ke depan. Bahkan, dalam waktu dekat, stok tersebut akan bertambah sekitar 1.600 ton.
Jefry Tanasi, Kepala Perum Bulog Cabang Ternate, mengatakan stok CBP tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari bantuan pangan, stabilisasi harga beras melalui program SPHP, hingga penanganan korban bencana alam. Saat ini, ketersediaan beras di gudang Bulog Ternate masih dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
Menurutnya, tidak hanya di Maluku Utara, secara nasional stok CBP tahun ini juga tergolong tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yakni mencapai 4,5 juta ton.
“Jumlah ini merupakan yang tertinggi sepanjang Indonesia merdeka. Pemerintah baru kali ini memiliki stok sebesar ini yang dikelola oleh Bulog,” ujarnya kepada Kadera.id, Kamis, 9 April 2026.
Ia menjelaskan, meskipun kondisi global saat ini mengalami eskalasi, hal tersebut belum berdampak pada ketahanan pangan, khususnya beras. Stok yang besar tersebut juga diperkirakan akan terus bertambah, mengingat saat ini masih berada di awal tahun produksi.
“Proses tanam dan panen gabah maupun padi masih terus berlangsung, sehingga jumlah stok akan terus meningkat,” jelasnya.
Ia juga bilang, pihaknya telah menyalurkan bantuan pangan berupa lebih dari 2 ton beras dan 449.712 liter minyak goreng kepada penerima bantuan pangan (PBP) di kabupaten/kota se-Maluku Utara pada Rabu, 8 April 2026. Bantuan tersebut merupakan alokasi untuk Februari–Maret 2026 yang sempat tertunda penyalurannya hingga awal April.
“Kami berharap bantuan ini dapat menjaga ketersediaan pangan di masyarakat, mengurangi beban ekonomi, serta menekan inflasi, khususnya dari komoditas pangan dan minyak goreng, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara luas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.