Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate mencatat produksi ikan pada triwulan I tahun 2026 mencapai lebih dari 6 ton. Dari total tersebut, Kecamatan Pulau Ternate menjadi penyumbang terbesar dengan produksi mencapai 1,7 ton.
Bukhari Soleman, Kepala Bidang Pengelolaan dan Perikanan Tangkap DKP Kota Ternate, mengungkapkan posisi kedua ditempati Kecamatan Ternate Selatan dengan produksi 1,3 ton, disusul Ternate Utara sebesar 1,1 ton.
“Produksi tertinggi berikutnya berada di Ternate Tengah dengan 734 kilogram,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu, 29 April 2026.
Sementara itu, produksi di wilayah lain tercatat lebih rendah. Kecamatan Pulau Moti menghasilkan 593 kilogram, Pulau Hiri 543 kilogram, dan Batang Dua 458 kilogram. Adapun produksi terendah berada di Kecamatan Ternate Barat yang hanya mencapai 141 kilogram.
Bukhari menjelaskan, fluktuasi produksi ikan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Di antaranya penurunan kualitas perairan, perubahan iklim, praktik penangkapan berlebih (overfishing), hingga penyakit yang menyerang ikan.
“Selain itu, penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, keterbatasan bahan bakar, serta lemahnya pengelolaan sumber daya perikanan juga turut berdampak pada produktivitas nelayan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.