Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate mencatat produksi perikanan non-pelabuhan sepanjang semester II 2025 mencapai 12.327.968 kilogram atau lebih dari 12.327 ton. Produksi tersebut dihitung sejak Juli hingga Desember 2025.

Bukhari Soleman, Kepala Bidang Pengelolaan dan Perikanan Tangkap DKP Kota Ternate, mengatakan produksi tertinggi terjadi pada Agustus 2025 dengan jumlah 2.307.615 kilogram atau sekitar 2.307 ton. Nilai produksinya mencapai Rp.34.116.061.

“Untuk bulan September 2025 produksi non-pelabuhan mencapai 2.283.382 kilogram. Nilai produksinya sebanyak Rp34.168.935,” kata Bukhari kepada Kadera, saat dikonfirmasi Senin, 29 Desember 2025.

Namun, produksi perikanan non-pelabuhan mulai menurun pada Oktober 2025. Pada bulan tersebut, produksi tercatat hanya 2.005.544 kilogram dengan nilai Rp30.698.418. Penurunan berlanjut pada November 2025 menjadi 1.861.102 kilogtam dengan nilai produksi Rp28.548.115.

“Pada Desember 2025 pun menurut hingga 1.704.707 kilogtam atau 1.704 ton dengan nilai produksi Rp25.728.634,” ungkapnya.

Bukhari menyebut, DKP Ternate belum merampungkan data produksi perikanan pelabuhan untuk semester 2025. Sementara itu, penyebab penurunan produksi non-pelabuhan belum dirinci secara spesifik.

Meski demikian, ia mengatakan secara umum terdapat sejumlah sektor yang dapat mempengaruhi produktivitas perikanan, seperti perubahan iklim, overfishing, penurunan kualitas perairan, penyakit dan kematian ikan, serta penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, hingga faktor ekonomi.