Motoris kapal kayu di Pelabuhan Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat, mendesak Pemerintah Kota Ternate segera merampungkan pekerjaan lanjutan pelabuhan tersebut. Mereka berharap pelabuhan kembali beroperasi normal sebelum Ramadan 2026.
Pantauan di Pelabuhan Sulamada, Selasa, 6 Januari 2026, menunjukkan aktivitas pelayaran masih dihentikan sementara. Seluruh kapal kayu dialihkan ke Pelabuhan Jikomalamo selama pekerjaan lanjutan berlangsung.
Padahal, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate sebelumnya menarget proyek tersebut selesai pada Desember 2025.
Lukmin Masuku, motoris kapal kayu asal Pulau Hiri, mengatakan pekerjaan lanjutan pelabuhan telah dimulai sejak awal November 2025. Namun hingga kini, pelabuhan tersebut belum dapat difungsikan kembali.
“Pelabuhan sekarang masih di Jikomalamo. Kami menunggu pekerjaan lanjutan selesai. Kalau sudah rampung, baru kami bisa kembali beroperasi di Sulamadaha,” kata Lukmin kepada reporter Kadera, Selasa.
Pengalihan aktivitas pelayaran ke Pelabuhan Jikomalamo, menurut Lukmin, menyulitkan para motoris, terutama saat bongkar muat barang. Fasilitas di pelabuhan pengganti itu dinilai belum memadai.
“Kalau pekerjaan belum selesai, kami harus angkat barang setengah mati di Jikomalamo. Kondisinya cukup menyulitkan,” ujarnya.
Ia menilai Pelabuhan Sulamada memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas warga dan distribusi barang antara Kota Ternate dan Pulau Hiri. Karena itu, Lukmin berharap pemerintah daerah mempercepat penyelesaian proyek tersebut.
“Harapan kami, pekerjaan ini bisa cepat selesai supaya bulan puasa nanti pelabuhan sudah bisa beroperasi kembali,” ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, Rus’an M. Nur Taib, Kepala Dinas PUPR Kota Ternate, belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi terkait progres pekerjaan lanjutan Pelabuhan Sulamada.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.