Akses jalan menuju Kelurahan Kalaodi, Kota Tidore Kepulauan, mengalami longsor cukup parah akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Longsor terjadi di sisi kanan badan jalan dan membahayakan pengguna jalan.

Peristiwa ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengikis struktur tanah di bawah badan jalan hingga menyebabkan material penyangga jebol dan longsor cukup dalam.

Lurah Kalaodi, Dedi Abdulah, mengungkapkan bahwa hujan deras terjadi pada malam 7 Januari 2026. Video longsor yang beredar luas di masyarakat direkam langsung oleh warga yang berada di lokasi kejadian.

“Memang hujan malam itu sangat kuat. Video yang tersebar direkam oleh warga kami karena mereka berada langsung di lokasi dan kondisi longsornya sangat dalam,” ujar Dedi, Selasa, 13 Januari 2026.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak Kelurahan Kalaodi telah melaporkan secara lisan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tidore Kepulauan.

“Kedua instansi tersebut sudah turun langsung melakukan pengecekan di lokasi dan akan menindaklanjutinya,” katanya.

Sebagai langkah awal, pemerintah kelurahan telah melakukan penanganan darurat dengan memasang tanda larangan di sisi kanan jalan yang terdampak longsor. Meski demikian, separuh badan jalan masih dapat dilalui oleh pengendara dengan sangat terbatas.

“Untuk pelaksanaan pekerjaan permanen, kami masih menunggu arahan pimpinan karena ini masih awal tahun anggaran. Dari hasil peninjauan, BPBD dan Dinas PU juga belum menentukan jadwal pasti pengerjaannya,” jelasnya.

Dedi menambahkan, kondisi longsor saat ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Oleh karena itu, kendaraan roda empat berukuran besar dilarang melintasi jalur tersebut.

“Saat ini kendaraan besar tidak diperbolehkan melintas. Namun kendaraan roda dua dan mobil roda empat kecil seperti pick up masih bisa lewat dengan ekstra hati-hati,” tegasnya.

Ia pun mengimbau kepada seluruh warga maupun pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur Kalaodi, mengingat kondisi tanah yang masih labil dan rawan longsor.

“Kami minta masyarakat berhati-hati dan selalu waspada, karena kondisi di Kalaodi saat ini sangat rawan longsor,” pungkasnya.