Malam di Kelurahan Tomalou, Tidore, tampak semarak dengan pawai obor yang melibatkan berbagai kalangan. Mulai dari santriwan dan santriwati, ibu-ibu Majelis Ta’lim, hingga para pemuda, semuanya mengenakan pakaian serba putih, menciptakan suasana syahdu dalam menyambut bulan suci Ramadan 1446 H/2025 M.

Pawai ini diikuti oleh anak-anak hingga orang dewasa dari setiap RT. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema sepanjang jalan, sementara warga di kiri dan kanan jalan antusias menyaksikan jalannya pawai.

Para peserta laki-laki mengenakan baju koko panjang dan peci, sedangkan perempuan memakai gamis putih dengan jilbab senada. Mereka membawa obor dari bambu yang menyala, menambah kesan sakral dalam acara ini.

Pawai dimulai dari depan Masjid Nurul Bahar pada pukul 20.00 WIT dan berlangsung hingga pukul 20.30 WIT dengan jarak tempuh sekitar dua kilometer. Selain diiringi peserta, pawai ini juga dimeriahkan oleh kelompok musik masriben dari SMP Negeri 3 Tidore Kepulauan serta dikawal oleh aparat kepolisian, TNI, dan mobil ambulans.

Pantauan tuturfakta.com menunjukkan bahwa sebagian anak-anak menaiki mobil sampah ukuran kecil dengan mengenakan pakaian biasa.

Lurah Tomalou, Janhar Robo, menjelaskan bahwa panjang wilayah Tomalou sekitar 1,6 kilometer, sehingga rute pawai yang dimulai dan berakhir di tempat yang sama menempuh jarak sekitar dua kilometer.

“Sebelum pawai, para pemuda menjual obor seharga Rp10.000 untuk yang kosong, sedangkan yang sudah berisi minyak dijual Rp15.000. Ini untuk memudahkan warga yang ingin berpartisipasi,” ungkapnya, Rabu, 26 Februari 2025 malam.

Menurutnya, pawai obor ini bukan kegiatan baru. Sejak 2022, pawai ini telah menjadi tradisi yang rutin digelar setiap tahun.

“Dalam setahun, kami mengadakan pawai obor dua kali, yakni menyambut Ramadan dan Tahun Baru Islam. Tradisi ini melambangkan penerangan hati menuju Ramadan dengan saling bermaaf-maafan. Oleh karena itu, kami berharap kegiatan ini terus dilestarikan,” tambah Janhar.

Senada dengan itu, Wakil Ketua PKK Kelurahan Tomalou, Nuryani Panda, menyebut pawai obor sebagai momen ta’aruf bagi masyarakat.

“Ini menjadi motivasi bagi seluruh warga dalam menyambut bulan suci Ramadan. Semoga kegiatan ini terus membawa dampak positif, khususnya bagi generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Tidore Selatan, Abdulkadir Din, mengapresiasi inisiatif Kelurahan Tomalou dalam mengadakan pawai obor yang melibatkan TPQ dan murid-murid dari Kelurahan Tomagoba.

“Kegiatan ini mempererat tali silaturahmi antarwarga, ustaz, ustazah, serta guru-guru. Saya berharap pawai obor ini tetap dipertahankan meskipun nanti terjadi pergantian kepemimpinan di kelurahan,” harapnya.