Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Kota Tidore Kepulauan bekerja sama dengan komunitas Sabua Aksara dan Unibrah Press menggelar pelatihan jurnalistik pada 12–13 April 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tidore Kepulauan, ini mengangkat tema, “Dari Lapangan ke Layar: Menulis Berita, Menggerakkan Dunia.”
Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari pelbagai media nasional dan lokal, antara lain Kontributor detik.com Nurkholis Limaau, Reporter RRI Ternate Sofyan A. Togubu, serta Pemimpin Redaksi SerambiTimur.id Arif Safrudin Paturusi.
Dalam materinya, Arif menekankan pentingnya kreativitas dalam bercerita bagi seorang jurnalis. Ia menggarisbawahi penggunaan teknik storytelling, menulis dengan empati, dan prinsip “show, don’t tell” dalam penulisan feature dan human interest.
“Menulis dengan empati sangat penting, terutama saat meliput peristiwa kemanusiaan seperti kebakaran. Wartawan harus mengedepankan sisi kemanusiaan dari peristiwa tersebut,” jelas Arif, Sabtu, 12 Mei 2025.
Arif juga mengulas peran jurnalisme digital yang menuntut wartawan beradaptasi dengan cara konsumsi berita secara daring, terutama dalam konteks media di Maluku Utara.
Sementara itu, Sofyan A. Togubu menyampaikan bahwa penulisan feature tidak mengharuskan wartawan pemula terjebak dalam format straight news. Ia menyarankan memperbanyak membaca cerpen dan novel untuk membangun gaya bertutur yang kuat.
“Feature adalah tulisan yang memiliki nilai human interest tinggi, mengungkap fakta, dan sisi lain dari sebuah peristiwa. Unsur 5W+1H tetap digunakan, namun dikemas dengan gaya naratif,” tuturnya.
Ia menambahkan, ada berbagai jenis feature seperti feature ekspedisi, riset, kecelakaan, hingga perjalanan. Wartawan perlu memilih jenis feature yang sesuai dengan peristiwa yang diliput.
Terpisah, Kontributor detik.com Nurkholis Limaau memaparkan pentingnya pemilihan bahasa dalam karya jurnalistik. Ia menekankan prinsip bahasa jurnalistik yang singkat, padat, lugas, jelas, dan menarik.
“Logika jurnalistik berhubungan erat dengan kebenaran kalimat, keterkaitan antar kalimat, serta penggunaan tanda baca dan huruf yang tepat, seperti huruf kapital dan miring,” jelasnya.
Kembangkan Minat Menulis Mahasiswa
Sekretaris ICMI Orda Tidore Kepulauan, Mansyur Djamal, mengatakan pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan esai yang sebelumnya digelar dan diikuti sebagian peserta.
Pelatihan kali ini melibatkan mahasiswa dari Universitas Nuku dan Universitas Bumi Hijrah. Dalam sesi praktik, peserta diminta menulis feature berdasarkan hasil wawancara dengan sesama peserta.
“Selain praktik di kelas, peserta juga diberikan tugas wawancara lapangan dengan berbagai isu. Hasil tulisan mereka kemudian dikoreksi dan jika layak, akan dipublikasikan di media,” kata Mansyur.
Menurutnya, menulis berita berarti turut menggerakkan dunia. Khususnya di Tidore Kepulauan, di mana budaya literasi, dinamika sosial, dan sejarahnya yang kaya perlu terus digali dan dipublikasikan.
“Peserta tidak hanya belajar menjadi penulis, tapi juga diarahkan untuk berkembang menjadi jurnalis. Kami memanfaatkan hari libur ini untuk membuat kegiatan yang produktif,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.