Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan menyampaikan sejumlah catatan dan rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota dalam Rapat Paripurna Masa Persidangan II Tahun 2024–2025, Kamis, 15 Mei 2025.
Penyampaian tersebut dilakukan oleh Ketua DPRD Tidore Kepulauan, H. Ade Kama, didampingi Wakil Ketua I Hj. Asma Ismail dan Wakil Ketua II Moc. Ridwan Yamin, bertempat di Gedung DPRD, Kelurahan Tongwai, Kecamatan Tidore Selatan.
Salah satu catatan yang disoroti DPRD yakni terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang disebutkan mendekati angka 103,90 persen.
Selain itu, DPRD menyoroti sejumlah hal seperti komposisi anggaran yang belum produktif, tingginya ketergantungan pada dana transfer pusat, kesenjangan antara perencanaan dan pelaksanaan program, belum meratanya akses layanan publik, serta lemahnya sistem pengawasan internal.
“Untuk itu, DPRD merekomendasikan sejumlah langkah perbaikan, antara lain reformasi kebijakan fiskal dan belanja, peningkatan kualitas pelayanan dasar, diversifikasi ekonomi daerah, penguatan tata kelola pemerintahan, serta pembenahan sistem monitoring dan evaluasi sebagaimana yang juga telah direkomendasikan pada tahun-tahun sebelumnya,” kata Ade Kama.
Meskipun demikian, DPRD memberikan apresiasi terhadap sejumlah capaian kinerja Pemerintah Daerah tahun 2024, seperti peningkatan IPM, pertumbuhan ekonomi, lonjakan investasi, perolehan opini WTP dari BPK, serta penurunan akuntabilitas kinerja dari predikat BB menjadi B. DPRD juga mencatat bahwa data kinerja makro, seperti rasio gini, angka pengangguran, dan tingkat kemiskinan belum termuat dalam LKPJ.
“Rekomendasi ini harus menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan yang lebih baik di tahun-tahun mendatang,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menyatakan bahwa rekomendasi dari DPRD merupakan masukan konstruktif dalam rangka penyempurnaan kinerja pemerintah daerah.
“Rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Kepala Daerah Tahun Anggaran 2024 akan kami pelajari dan tindaklanjuti bersama perangkat daerah. Ini akan menjadi pedoman dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran, baik pada tahun berjalan maupun tahun berikutnya,” ujarnya.
Ia mengaku pemerintah daerah terus mengupayakan optimalisasi anggaran belanja untuk mendukung pelaksanaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Tidore Kepulauan.
“Capaian pembangunan sepanjang tahun 2024 merupakan hasil dari pelaksanaan program dan kegiatan yang berkesinambungan,” tandasnya.
Wali Kota pun menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk menindaklanjuti rekomendasi DPRD secara serius, dengan membahasnya secara internal di masing-masing OPD.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.