Dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bekerja sama dengan Mata Garuda Maluku Utara menggelar sosialisasi program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Senin, 23 Juni 2025.
Kegiatan bertajuk “Kuliah Jauh-Jauh, Kembali Bangun Tidore” ini menghadirkan Ketua Mata Garuda Maluku Utara Muhammad Arafat (alumni Doktoral Osaka Sangyo University, Jepang), dosen Universitas Khairun Ternate Maulana Ibrahim, serta awardee LPDP Sri Astuti Husen sebagai narasumber.
Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh seluruh masyarakat Tidore—baik ASN, non-ASN, maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)—untuk melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa LPDP, baik di dalam maupun luar negeri.
“Pemerintah Kota Tidore di bawah kepemimpinan saya dan Wakil Wali Kota berkomitmen mendukung penuh siapa pun yang ingin melanjutkan studi melalui LPDP. Tidore sangat membutuhkan SDM berkualitas untuk membangun daerah ini,” ujarnya.
Muhammad Sinen juga menekankan bahwa tidak ada pemotongan hak bagi ASN yang berhasil lolos seleksi beasiswa LPDP. “Saya jamin, hak ASN tetap utuh. Justru kami akan memberikan dukungan 100 persen bagi ASN yang lolos beasiswa ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, Tidore tidak memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Karena itu, satu-satunya jalan untuk memajukan daerah adalah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Ini kesempatan emas bagi kita. Mari bersama-sama membangun Tidore melalui pendidikan,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Mata Garuda Maluku Utara, Muhammad Arafat, menegaskan bahwa beasiswa LPDP terbuka untuk siapa saja, tanpa melihat latar belakang ekonomi keluarga.
“Contohnya, anak Pak Anies Baswedan bisa dapat LPDP dan kuliah di Harvard. Banyak yang bertanya kenapa masih diberi beasiswa, padahal beliau sudah sejahtera. Tapi LPDP tidak menilai dari latar belakang ekonomi, melainkan dari potensi dampak penerima beasiswa terhadap masyarakat,” jelas Arafat.
Ia juga menekankan bahwa beasiswa LPDP bukan hanya soal biaya pendidikan gratis, tetapi juga soal membangun jejaring dan relasi yang sangat berharga.
“Saya sendiri penerima LPDP tahun 2018 di Universitas Indonesia, dan saat ini tengah melanjutkan S3 di Belanda. Relasi yang didapat dari beasiswa ini adalah nilai tambah yang tidak bisa dinilai dengan uang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.