Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Perikanan, bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan, menggelar panen udang vaname di Kelurahan Dowora, Kecamatan Tidore Timur.

Kegiatan panen ini secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam, dan turut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kota Tidore Kepulauan, Ketua I dan II TP-PKK, Kapolresta Tidore AKBP Heru Budiharto, serta Dandim 1505/Tidore Letkol Inf. Wahyu Widya Sasono.

Dalam sambutannya, Abdul Hakim menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada para pembudidaya udang vaname atas kerja keras dan dedikasi mereka sehingga dapat menghasilkan panen yang memuaskan.

“Para pembudidaya terus berinovasi, seperti dengan penerapan teknologi terbaru dan manajemen budidaya yang lebih baik. Mereka juga menekankan pentingnya menjaga kualitas air dan kebersihan kolam, demi pertumbuhan udang yang optimal dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa budidaya udang vaname memiliki prospek besar untuk dikembangkan lebih lanjut, bahkan berpotensi menjadikan Tidore sebagai salah satu daerah produsen dan eksportir utama udang di masa depan.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Tidore Kepulauan, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen, juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara TP-PKK dan Dinas Perikanan.

“Kolaborasi ini menjadi kekuatan dalam mendukung ketahanan pangan keluarga dan mewujudkan kemandirian pangan di Kota Tidore Kepulauan,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan di daerah untuk terus berinovasi demi meningkatkan pendapatan keluarga pengelola dan memenuhi kebutuhan pangan bergizi masyarakat.

Kepala Dinas Perikanan Kota Tidore, Hamid A. Latif, menjelaskan bahwa udang vaname saat ini telah ditetapkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara sebagai salah satu komoditas unggulan yang dikembangkan di seluruh kabupaten/kota di wilayah tersebut.

“Total dana yang sudah digelontorkan oleh Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) mencapai Rp3,1 miliar. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan produksi udang vaname serta memperkuat ketahanan pangan daerah,” jelasnya.

Hamid menyebutkan bahwa melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KKP) Nomor 111 Tahun 2023, Tidore telah ditetapkan sebagai Kampung Budidaya dengan komoditas utama udang vaname. Program ini dirancang untuk meningkatkan hasil produksi dan produktivitas udang di Kota Tidore Kepulauan.

“Budidaya udang vaname ini menggunakan sistem bioflok. Pemerintah, melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), juga telah membangun 13 unit kolam bioflok berukuran diameter 30 meter, 20 meter, dan 15 meter sebagai bagian dari dukungan infrastruktur,” pungkasnya.