Kontribusi Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB Maluku Utara di sektor perikanan terhadap PDB Nasional sebanyak 6,08 persen. Ini merupakan salah satu sumbangsih terbesar yang berasal dari kawasan Sulawesi-Maluku-Papua atau Sulampua.
Meskipun begitu, menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP, jumlah tersebut merupakan yang terkecil dalam rentang tahun 2019-2021. Nilai terbaiknya terjadi pada tahun 2019, yakni 7,46 persen.
Jika kita menelusuri lebih jauh, hampir sepenuhnya penggerak utama ekonomi perikanan Maluku Utara bertumpu pada nelayan skala kecil atau nelayan tradisional. KKP menyebutkan, sekitar 48 persen nelayan Maluku Utara menggunakan kapal berukuran kurang dari atau sama dengan 5 GT, dan 44,2 persen adalah perahu tanpa mesin.
Walaupun dengan alat tangkap tradisional, namun hasil perikanan tangkap di daerah ini mencapai 197.866 ton pada 2021. Itu menjadi tahun terbanyak produksi perikanan Maluku Utara.
Kadera.id melakukan analisa korelasi antara banyaknya kapal dengan jumlah produksi perikanan, memakai Spreadsheet. Dengan menggunakan data yang tersedia di portal data KKP, analisa antara kedua indikator ini melibatkan data tahun 2019-2023. Hasilnya, nilai korelasi sebesar -0,12. Ini menunjukkan, hubungan negatif yang sangat lemah antara jumlah kapal dengan hasil perikanan di Maluku Utara.
Sederhanya, meskipun jumlah kapal berkurang, namun tidak berpengaruh terhadap hasil tangkap atau produksi perikanan. Ataupun sebaliknya.
Analisa serupa juga Kadera.id jalankan terhadap banyak nelayan dan kapal, nilainya adalah 0,38. Ini menunjukkan adanya korelasi positif yang lemah hingga sedang antara keduanya. Artinya, secara umum, ketika terjadi peningkatan jumlah kapal, maka banyaknya nelayan pun cenderung meningkat. Akan tetapi, hubungan ini tidak terlalu kuat.
Selanjutnya, tak hanya nelayan kecil, penopang utama dari produk olahan pascatangkap perikanan di Maluku Utara pun berdiri di atas pilar usaha berskala mikro kecil.
Sebanyak 71 persen usaha pengolahan ikan digerakan oleh skala usaha mikro kecil. Jenis usaha skala inipun terus bertumbuh sejak tahun 2019. Terakhir, pada 2023, usaha mikro kecil berhasil mengolah produk perikanan dengan volume total mencapai 63.062,47 ton.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.