Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tidore Kepulauan menggelar peringatan Hari Ibu sebagai momentum strategis untuk mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan kaum perempuan kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Kota Tidore Kepulauan.
Peringatan Hari Ibu ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga bertujuan memperkokoh kemandirian perempuan, mempertegas ruang ekspresi dan peran strategis perempuan dalam pembangunan, serta mendukung visi dan misi pembangunan Kota Tidore Kepulauan yang berkelanjutan.
Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menegaskan bahwa perempuan harus berperan aktif dan berani menunjukkan karya serta kontribusinya agar tidak tertinggal dalam berbagai aspek kehidupan.
“Perempuan harus berani tampil, terus menambah wawasan dan pengetahuan, sehingga mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang wanita. Saya melihat, di Maluku Utara ruang bagi perempuan sudah terbuka luas,” ujar Muhammad Sinen dalam sambutannya pada peringatan Hari Ibu, 22 Desember 2025.
Menurutnya, kehebatan perempuan tidak hanya diukur dari kata-kata, tetapi tercermin dari tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Di balik perempuan hebat, ada kesabaran dan ketabahan yang luar biasa. Seberat apa pun tantangan dalam rumah tangga, keteguhan seorang ibu adalah kekuatan besar. Contoh nyata ibu hebat itu adalah Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momentum Hari Ibu sebagai langkah nyata dalam memberikan ruang dan peluang lebih luas bagi kaum perempuan agar menjadi penggerak utama kemajuan Kota Tidore Kepulauan ke depan, salah satunya melalui penguatan organisasi-organisasi perempuan.
“Tanpa peran perempuan, laki-laki tidak akan mencapai kesuksesan. Sejarah telah membuktikan, sebagaimana Bung Karno, bahwa perjuangan besar tidak pernah berjalan sendiri tanpa pendampingan perempuan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tidore Kepulauan, Hj. Rahmawati Muhammad Sinen, menekankan bahwa perempuan tangguh adalah mereka yang tidak lari dari masalah, tetapi berani menghadapinya.
“Perempuan kuat tidak menolak kesedihan, karena kesedihan adalah bagian dari proses menjadi lebih kuat. Kadang perjuangan terberat perempuan bukan melawan tantangan dari luar, melainkan melawan kesunyian karena harus selalu tampak kuat demi orang lain,” tuturnya.
Melalui peringatan Hari Ibu ini, GOW Kota Tidore Kepulauan berharap dapat menumbuhkan rasa hormat, cinta, dan terima kasih kepada setiap ibu, sekaligus menguatkan komitmen bersama untuk menjadikan perempuan sebagai pilar keluarga dan agen perubahan yang menanamkan kasih sayang, keteguhan, serta ketulusan tanpa batas.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.