Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap disalurkan kepada penerima manfaat di Kota Ternate, Maluku Utara, selama Ramadan 1447 Hijriah. Namun, mekanisme pembagiannya mengalami penyesuaian dan tidak dilakukan pada awal puasa.
Kebijakan ini mengacu pada Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 yang mengatur mekanisme pelaksanaan MBG selama Ramadan 2026, termasuk pelarangan penyediaan pangan ultra-proses atau ultra-processed food (UPF) dalam menu MBG.
Hizkia Jaya Sakti, Koordinator Wilayah SPPG Kota Ternate, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti surat edaran tersebut. Ia menjelaskan, skema penyaluran MBG pada bulan Ramadan berbeda dibandingkan hari biasa.
“Kalau hari biasa itu kita pembagian itu pas jam istirahat. Tapi kalau di bulan puasa pembagiannya itu, menjelang pulang sekolah baru disalurkan,” kata Hizkia kepada Kadera, Sabtu, 21 Februari 2026.
Menurut dia, pada hari biasa siswa menerima makanan siap santap. Sementara selama Ramadan, menu dialihkan menjadi makanan ringan yang dikemas dalam totebag untuk dibawa pulang. Keesokan harinya, totebag tersebut dibawa kembali ke sekolah untuk ditukar dengan yang baru.
“Menunya makanan ringan seperti susu, roti, buah, dan produk UMKM lainnya yang masa tahannya lama agar saya siswa pulang bisa disimpan ke dalam kulkas,” ungkapnya.
Hizkia menjelaskan, skema menu ringan ini berlaku bagi sekolah yang mayoritas siswanya beragama Islam dan menjalankan puasa. Adapun sekolah dengan mayoritas non-Muslim dapat mengajukan pilihan menu, baik makanan siap santap maupun makanan ringan.
“Dalam satu sekolah yang mayoritas muslim, tetap dapat menu yang ringan. Berbeda kalau satu sekolah semuanya non-muslim. Kalau pihak sekolah mau menerima menu santap seperti biasa atau menu ringan berarti kita sediakan,” ucapnya
Ia menambahkan, saat ini jumlah penerima manfaat MBG di Kota Ternate mencapai lebih dari 40 ribu orang. Angka tersebut tidak hanya mencakup siswa, tetapi juga kelompok B3, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita non-PAUD.
“Saat ini penerima manfaat MBG sekitar 40.3000 lebih. Yang pasti jumlah tersebut sudah mencakup siswa dan B3,” ujar Hizkia.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.