Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas II Sultan Babullah Ternate memprakirakan potensi cuaca buruk di sejumlah wilayah Maluku Utara selama tiga hari ke depan, 11–13 Maret 2026. Cuaca tersebut berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir.
Prakirawan BMKG Ternate, Muhamad Dzikri Abdul Fattah, mengatakan pada 11 Maret 2026 wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat antara lain Morotai, Galela, Loloda, Ibu, Jailolo, Sahu, Sidangoli, Batang Dua, Ternate, Tidore, Bacan, Obi, Mangoli, Sanana, dan Taliabu.
Pada 12 Maret 2026, potensi hujan diperkirakan meluas ke sejumlah wilayah lain seperti Morotai, Galela, Loloda, Tobelo, Ibu, Jailolo, Sahu, Sidangoli, Batang Dua, Ternate, Tidore, Oba, Makian, Kayoa, Wasile, Maba, Kao, Bacan, Obi, Mangoli, dan Taliabu.
Adapun pada 13 Maret 2026, wilayah yang diperkirakan masih berpotensi diguyur hujan antara lain Morotai, Loloda, Ibu, Batang Dua, Weda, Oba, Makian, Kayoa, Wasile, Kasiruta, Bacan, Obi, Mangoli, Sanana, dan Taliabu.
Dzikri menjelaskan kondisi ini dipengaruhi angin Monsun Asia yang bergerak menuju Australia dan membawa uap air dalam jumlah besar ke wilayah Indonesia bagian timur, termasuk Maluku Utara.
“Ini yang meningkatkan potensi curah hujan, termasuk di Maluku Utara,” kata Dzikri, Rabu, 11 Maret 2026.
Ia mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi jika hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi secara terus-menerus selama beberapa hari.
“Jika hujan berlangsung lama hingga tiga hari berturut-turut, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena berpotensi memicu banjir maupun longsor,” ujarnya.
Selain itu, BMKG juga memantau keberadaan Siklon Tropis Nuri di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Meski tidak berdampak langsung, keberadaan siklon tersebut dapat memicu dampak tidak langsung berupa peningkatan potensi hujan di wilayah Maluku Utara.
BMKG juga memprakirakan tinggi gelombang laut di perairan Maluku Utara mencapai sekitar 1,25 hingga 2,5 meter. Tinggi gelombang ini masuk dalam kategori sedang.
Wilayah perairan yang berpotensi mengalami peningkatan tinggi gelombang antara lain perairan Morotai, Loloda, Halmahera Timur, Halmahera Barat, Batang Dua, serta perairan Gebe.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi lembaga tersebut. Nelayan, pengguna transportasi laut, serta warga yang beraktivitas di wilayah pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan cuaca buruk yang dapat mengganggu jarak pandang.
“Untuk warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor juga diminta lebih waspada. Apalagi saat hujan sedang dan lebat yang berlangsung lama,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.