Panitia Gurabati Open Tournament (GOT) ke-XXVIII terus tancap gas mematangkan langkah strategis demi mendorong peningkatan status turnamen sepak bola bergengsi ini pada tahun 2026.
Upaya tersebut ditunjukkan melalui kunjungan resmi panitia bersama Kepala Kelurahan Gurabati dan Ketua IPPG, Noval Kasman, ke Gedung DPRD Kota Tidore Kepulauan. Audiensi ini bertujuan membangun dukungan politik agar GOT dapat ditetapkan sebagai event daerah resmi.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi, turut dihadiri Ketua Askot PSSI Kota Tidore Kepulauan. Fokus pembahasan mengerucut pada penguatan posisi Gurabati Open Tournament sebagai ajang olahraga rakyat (tarkam) unggulan di Maluku Utara.
Mewakili panitia, Noval Kasman menegaskan bahwa GOT bukan sekadar turnamen biasa. Ia menyebut, ajang ini telah berkembang menjadi salah satu kompetisi tarkam paling bergengsi dengan partisipasi tim-tim terbaik serta dukungan luar biasa dari masyarakat.
“GOT sudah berada di level yang layak untuk mendapatkan pengakuan lebih tinggi dari pemerintah daerah,” ujarnya, Rabu, 1 April 2026.
Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, H. Ade Kamma, menyambut positif usulan tersebut. Ia memastikan lembaganya siap memberikan dukungan penuh dan mengawal proses hingga terealisasi.
“Ini langkah yang sangat baik. Kami di DPRD tentu akan mendukung agar Gurabati Open Tournament bisa menjadi event daerah resmi,” tegasnya.
Dukungan serupa juga datang dari Ketua Askot PSSI Kota Tidore Kepulauan, Ardiansyah Fauji. Ia menilai GOT selama ini telah menjadi salah satu turnamen tarkam paling mewah dan prestisius di Maluku Utara, sekaligus memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.
“GOT bukan hanya soal sepak bola, tetapi sudah menjadi event besar dengan dampak luas, termasuk bagi UMKM dan sektor ekonomi lainnya,” ungkapnya.
Menurut Ardiansyah, jika status GOT meningkat menjadi event daerah, peluang pendanaan akan semakin terbuka melalui skema anggaran pemerintah. Hal ini diyakini akan semakin memperkuat kualitas penyelenggaraan ke depan.
Ia juga menegaskan kesiapan Askot PSSI untuk menjadi jembatan antara panitia dan pemerintah daerah dalam proses pengusulan tersebut.
“Semua tahapan harus berjalan sesuai mekanisme, dan kami siap mengawal itu,” jelasnya.
Lebih jauh, GOT dinilai memiliki multiplier effect yang signifikan. Setiap penyelenggaraannya mampu menggerakkan roda ekonomi, mulai dari pelaku UMKM, jasa transportasi, hingga usaha kecil di sekitar lokasi pertandingan.
Dengan dukungan DPRD dan Askot PSSI, harapan kini tertuju pada Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan agar segera merespons dan menetapkan Gurabati Open Tournament sebagai bagian dari kalender resmi event daerah.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.