Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, Nurbintang Talaohu, memantau sejumlah posko kesehatan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin, 12 Oktober 2026. Monitoring ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan obat-obatan dan kesiapan tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat terdampak.

Monitoring dimulai dari Posko Salati, kemudian berlanjut ke Posko Nggele, Lede, Todoli, Ufung, dan Padang, hingga berakhir di Posko Desa Buambono. Di setiap posko, Nurbintang memeriksa kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, ketersediaan logistik medis, serta kondisi petugas yang berjaga.

Ia memastikan stok obat-obatan dan bahan medis habis pakai (BMHP) tersedia dalam jumlah memadai agar pelayanan kesehatan tetap berjalan selama masa tanggap darurat. Selain itu, ia mengecek jumlah dan kehadiran tenaga kesehatan sekaligus mendengarkan kendala yang mereka hadapi di lapangan.

“Kami ingin memastikan obat dan BMHP tersedia memadai, dan tenaga kesehatan siap melayani masyarakat setiap saat, terutama bagi warga yang terdampak asap,” ujarnya.

Selain memantau kesiapan layanan darurat, Nurbintang juga menyerap aspirasi warga di Posko Desa Buambono. Masyarakat berharap pemerintah menempatkan tenaga kesehatan secara tetap di desa tersebut agar pelayanan kesehatan dasar lebih mudah diakses, tidak hanya ketika terjadi bencana.

Menanggapi aspirasi itu, Nurbintang menyatakan Dinas Kesehatan berkomitmen menempatkan tenaga kesehatan di Desa Buambono dalam waktu dekat.

“Kami mendengar langsung harapan masyarakat. Dinas Kesehatan berkomitmen menempatkan tenaga kesehatan di Buambono dalam waktu dekat, agar warga tidak lagi kesulitan mengakses layanan kesehatan dasar,” tegasnya.

Ia menegaskan, penempatan tenaga kesehatan tersebut bukan semata-mata untuk mendukung penanganan darurat karhutla, melainkan sebagai upaya menghadirkan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan bagi masyarakat Desa Buambono.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Dinas Kesehatan akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait. Dengan begitu, warga diharapkan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan meskipun masa tanggap darurat karhutla telah berakhir.

Di sisi lain, Nurbintang mengingatkan tenaga kesehatan agar tetap bersemangat dan menjaga kondisi tubuh selama bertugas di tengah situasi bencana. Ia juga mengimbau masyarakat menggunakan masker, membatasi aktivitas di luar rumah saat kabut asap pekat, serta segera mendatangi posko kesehatan jika mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan lainnya.

Melalui monitoring ini, Dinas Kesehatan Pulau Taliabu memastikan kesiapan layanan medis di wilayah terdampak karhutla sekaligus menindaklanjuti kebutuhan masyarakat terhadap akses pelayanan kesehatan dasar.