Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate mencatat kasus ISPA di wilayah Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat, meningkat dari 15 menjadi 51 kasus, akibat dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Termasuk akibat kebakaran tempat pemrosesan akhir (TPA) Buku Deru-Deru, di Takome, sejak 3 Oktober 2026.

Rini Burhan, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinkes Kota Ternate mengatakan asap karhutla dapat menghasilkan partikel halus (PM2.5), karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO), dan zat berbahaya lainnya yang dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan gangguan kesehatan serius.

Ia menjelaskan, ganguan kesehatan tersebut seperti iritasi mata, hidung dan tenggorokan batuk, pilek, sesak napas. Ditambah memperparah asma dan penyakit paru, gangguan jantung dan pembuluh darah, serta meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan dan memperburuk gejala ISPA.

Gejala ini paling rentan dialami anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan. Karena itu, ketika terjadi karhutla dan kebakaran TPA, angka ISPA meningkat.

“Kasus ISPA di wilayah Sulamadaha meningkat dari 15 menjadi 51 kasus. Angka ini naik sebanyak 36 kasus,” katanya, kepada reporter Kadera.id, Selasa, 13 Oktober 2026.

Rini mengatakan, ada beberapa langkah pencegahan yang harus dilakukan seperti penggunaan masker yang sesuai (misalnya masker N95/KN95/medis). Selain itu, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara buruk.

Jendela harus ditutup, untuk meminimalisir asap masuk ke dalam rumah, bisa gunakan penyaring udara jika ada. Ia juga meminta agar menghindari pembakaran sampah sembarang maupun pembukaan lahan. Untuk menjaga ketahanan tubuh, harus memberi asupan berdiri, meminum air dan istirahat yang cukup.

Pihaknya sudah menyediakan posko kesehatan untuk memberikan pelayanan bagi warga terdampak dan yang mengalami gejala kesehatan akibat asap kebakaran. Selain itu, juga sudah menerbitkan surat edaran mitigasi dampak kesehatan asap akibat karhutla, termasuk penggunaan yang tepat bagi OPD dan instansi terkahir.

“Bisa langsung ke Puskesmas jika mengalami sesak napas, napas berbunyi atau terasa berat, batuk tidak kunjung reda. Salin mata merah, perih, dan berair, demam, lemas, atau kondisi kesehatan memburuk,” ujarnya.