Menyambut Hari Jadi Tidore (HJT) ke-918, semangat gotong royong tampak menggema di seluruh penjuru Kota Tidore Kepulauan. Sejak 7 hingga 9 April 2026, Aparatur Sipil Negara (ASN), mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga para guru, serentak turun ke lapangan melaksanakan kerja bakti sosial (baksos) di wilayah masing-masing.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memeriahkan peringatan HJT yang sarat nilai sejarah dan budaya. Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dokumalamo, menjelaskan bahwa aksi bersih-bersih tersebut merupakan arahan langsung untuk menghidupkan suasana perayaan.

“Ini adalah arahan agar seluruh OPD hingga guru ikut memeriahkan HJT ke-918 dengan kerja bakti bersama,” ujarnya, Selasa, 7 April 2026.

Tak hanya itu, pemasangan umbul-umbul juga menjadi bagian penting dalam menyemarakkan perayaan. ASN dan masyarakat diimbau menghiasi lingkungan masing-masing, mulai dari kantor, sekolah, hingga rumah warga, yang berlangsung dari 7 sampai 13 April 2026.

Sekda Ismail menegaskan, seluruh elemen, baik ASN, PPPK, maupun non-ASN, diharapkan berpartisipasi aktif dalam rangkaian kegiatan HJT. Peran camat, lurah, dan kepala desa juga krusial untuk menyampaikan imbauan ini kepada masyarakat luas.

“Warga diharapkan ikut kerja bakti membersihkan lingkungan serta memasang umbul-umbul di depan rumah masing-masing,” tegasnya.

Rangkaian perayaan HJT ke-918 sendiri telah dimulai sejak 5 April 2026 dengan prosesi adat Kota Dupa dan Dowaro Munara. Berbagai agenda budaya lainnya turut meramaikan, seperti prosesi Kota Ake Dango pada 8 April, Lufu Kie pada 9 April, hingga Ratib Haddad di Kedaton Kesultanan Tidore pada 10 April.

Puncak peringatan Hari Jadi Tidore ke-918 akan digelar pada 12 April 2026 di halaman Kedaton Kesultanan Tidore, yang dipastikan menjadi momen penuh khidmat sekaligus meriah bagi seluruh masyarakat.