Forum Komunitas Taliabu (FKT) menggelar nonton bareng film dokumenter “Pesta Babi, Kolonialisme di Zaman Kita” di ruang Digi Center Diskominfo Taliabu pada Senin, 27 April 2026 pukul 20.00 WIT.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran generasi muda akan dampak kebijakan negara, khususnya yang berkaitan dengan industri yang berujung pada kerusakan lingkungan dan hilangnya ruang hidup masyarakat.
Muh. Arbi Hardin, anggota FKT sekaligus inisiator kegiatan, menjelaskan pemutaran film tersebut ditujukan untuk mendorong generasi Z di Taliabu agar lebih peka dan peduli terhadap kondisi masyarakat adat di Indonesia, terutama di Pulau Taliabu.
Ia menilai, film dokumenter itu dapat membuka kesadaran bahwa banyak keputusan negara kerap diambil tanpa melibatkan masyarakat lokal yang justru paling memahami dan merasakan dampaknya.
“Melalui film Pesta Babi, kita bisa melihat bahwa banyak keputusan di tingkat pusat tidak melibatkan masyarakat adat, seperti yang terjadi di Papua,” ujar Arbi kepada Kadera.id, Selasa, 28 April 2026.

Menurutnya, kebijakan yang tidak berpihak tersebut sering kali berdampak langsung pada masyarakat, terutama dalam bentuk kerusakan lingkungan dan hilangnya ruang hidup.
“Padahal masyarakatlah yang paling merasakan dampaknya. Mereka datang dengan embel-embel pembangunan, tetapi masyarakat justru dipinggirkan dan hanya dijadikan penonton. Setelah sumber daya alam habis, mereka ditinggalkan,” katanya.
Arbi bilang, fenomena seperti yang digambarkan dalam film tidak hanya terjadi di Papua, tetapi juga di berbagai wilayah lain di Indonesia yang memiliki potensi tambang, termasuk Pulau Taliabu.
“Hal ini bukan hanya terjadi di Papua, tetapi hampir di seluruh daerah yang memiliki tambang, termasuk di Pulau Taliabu,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.