Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Rukmini A. Rahman, yang dilantik pada 28 April 2026, berharap masyarakat aktif memberikan kritik dan masukan selama dirinya memimpin instansi tersebut.

Menurut Rukmini, kritik dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat adat, komunitas budaya, pelajar, mahasiswa, hingga akademisi, sangat dibutuhkan untuk mengevaluasi program yang selama ini belum berjalan efektif sekaligus melahirkan gagasan baru dalam upaya pelestarian kebudayaan di Kota Ternate.

“Tidak ada orang yang duduk sendiri lalu menghayal. Saya membutuhkan semua pihak untuk memberikan masukan dan mengkritisi apa yang ada sekarang. Saya membutuhkan kritikan,” kata Rukmini kepada Kadera.id saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 8 Juli 2026.

Rukmini mengakui, hingga saat ini pihaknya belum memiliki data yang memadai mengenai kondisi kebudayaan Kota Ternate, termasuk sejauh mana budaya lokal mulai tergerus oleh perkembangan zaman. Karena itu, ia belum ingin menyampaikan kesimpulan ataupun langkah strategis sebelum didukung data dan hasil kajian.

“Tidak bisa hanya bertanya langkah-langkah saya menghadapi perkembangan zaman. Di Dinas Kebudayaan kami menjalankan tugas sesuai bidang kebudayaan. Kalau sudah berkaitan dengan media sosial, tentu harus berkolaborasi dengan mitra kami, yaitu Kominfo,” ujarnya.

Ia menegaskan, setiap kebijakan yang akan diambil harus didasarkan pada hasil penelitian dan survei, bukan sekadar asumsi.

“Saya tidak bisa mengatakan budaya ini sudah berkurang kalau belum ada datanya. Saya belum punya data,” katanya.

Meski demikian, Rukmini mengaku memiliki kekhawatiran terhadap keberlangsungan bahasa Ternate yang dinilai berpotensi kehilangan penutur di kalangan generasi muda.

Menurutnya, persoalan tersebut telah disampaikan kepada Komisi II DPRD Provinsi Maluku Utara agar dapat mendorong lahirnya kebijakan maupun regulasi yang mendukung pelestarian bahasa daerah. Ia menilai, upaya menjaga bahasa dan budaya Ternate tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap bahasa daerah Ternate tetap lestari dan terus digunakan oleh generasi penerus,” tutupnya.