Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) menggelontorkan anggaran sekitar Rp300 juta untuk merenovasi lantai Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie. Proyek renovasi ini dimulai pada 13 Juli dan ditargetkan rampung pada 26 Juli 2025.

Lantai IGD yang sebelumnya menggunakan ubin kini diganti dengan lantai berbahan vinyl antimikroba. Pergantian ini dilakukan untuk meningkatkan standar kebersihan serta mencegah risiko infeksi akibat retakan pada ubin lama.

Direktur RSUD Chasan Boesoirie, dr. Alwiya Assagaf, menjelaskan bahwa IGD tersebut dibangun pada tahun 2016. Seiring waktu, lantai ubin mulai mengalami kerusakan seperti retak dan pecah, yang dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri dan kuman.

“Lantai ubin yang sudah pecah tentu berisiko dan tidak sesuai standar kebersihan. Karena itu, kami menggantinya dengan vinyl antibakteri, sesuai ketentuan dalam Permenkes Nomor 27 Tahun 2017. Vinyl ini umumnya juga digunakan di ruang ICU,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 21 Juli 2025.

Ia menambahkan, pengadaan bahan renovasi dilakukan melalui sistem e-katalog dengan nilai kontrak lebih dari Rp300 juta. Proses pemesanan memakan waktu sekitar satu bulan, dan bahan renovasi mulai tiba pada 13 Juli lalu.

Selama proses renovasi berlangsung, pelayanan IGD tetap dibuka, meski dengan sistem terbatas. Jika satu sisi ruangan sedang direnovasi, pasien akan dipindahkan ke sisi lainnya untuk memastikan pelayanan tetap berjalan.

“IGD tidak bisa ditutup total karena merupakan bagian vital rumah sakit. Maka kami menerapkan sistem pemindahan ruang perawatan, bergantung pada sisi yang sedang direnovasi,” jelas dr. Alwiya.

Namun, karena jumlah tempat tidur berkurang selama proses renovasi, rumah sakit belum dapat menerima pasien rujukan dari fasilitas lain. Informasi ini disampaikan melalui Sistem Informasi Rujukan Terpadu (Sisrute) Kementerian Kesehatan.

“Misalnya hari ini hanya tersedia enam tempat tidur, maka petugas wajib melaporkan kondisi itu di Sisrute agar RS lain bisa mengalihkan rujukan ke fasilitas yang lebih siap,” katanya.

Renovasi ini ditargetkan rampung dalam waktu dua pekan. Jika sesuai rencana, maka seluruh layanan IGD akan kembali normal pada akhir pekan ini.

“Jika dimulai 13 Juli, maka pekan ini diperkirakan selesai. Kami berharap pelayanan IGD bisa segera kembali optimal,” tutupnya.