Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tidore Kepulauan terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan sektor pariwisata, khususnya di tiga titik destinasi unggulan: Rumah Kotex di Pulau Maitara, Pantai Akesahu, dan Benteng Tore.
Kepala Disbudpar Tidore Kepulauan, Daud Muhammad, mengatakan bahwa peningkatan PAD dari sektor wisata sangat bergantung pada dukungan lintas sektor. Ia menilai potensi terbesar saat ini ada di Pulau Maitara.
“Pendapatan paling besar kami lihat ada di Pulau Maitara. Pantai Akesahu juga cukup baik peningkatannya. Namun untuk Benteng Tore masih sangat bergantung pada jumlah kunjungan wisatawan,” ujar Daud, Rabu, 10 September 2025.
Salah satu strategi untuk mendongkrak PAD adalah dengan menambah unit Rumah Kotex. Menurut Daud, pihaknya tengah mengusulkan pembangunan 20 hingga 25 unit kotex baru di Maitara yang sudah dimasukkan dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).
“Mudah-mudahan usulan ini bisa disetujui dalam pembahasan bersama DPRD,” tambahnya.
Sementara itu, untuk Benteng Tore, pada tahun 2025 akan dilakukan rehabilitasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku Utara. Renovasi ini diharapkan dapat memberikan wajah baru bagi Benteng Tore dan meningkatkan daya tarik wisatawan.
“Untuk Pantai Akesahu, tahun ini kami menambah dua unit gazebo serta melakukan sedikit perbaikan di area pemandian. Namun, pengembangan lebih lanjut belum kami lakukan,” jelas Daud.
Selain tiga destinasi utama tersebut, Disbudpar juga merencanakan penambahan fasilitas kotex di wisata Pantai Akebay dan Brotal sebagai upaya memperluas potensi pemasukan daerah.
“Saat ini kami masih fokus pada pengembangan di Desa Maitara Akebay, yang ditargetkan untuk dimaksimalkan pada tahun 2026 mendatang,” ujarnya.
Hingga September 2025, realisasi program pengembangan wisata di tiga sektor utama tersebut telah mencapai 70 persen. Salah satu pemicunya adalah adanya kegiatan besar yang digelar di Pantai Akebay beberapa bulan lalu, yang berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Maitara.
Daud menegaskan, Disbudpar Tidore tetap berkomitmen mendukung visi-misi Wali Kota Tidore Kepulauan dalam memajukan sektor pariwisata. Namun demikian, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antar-instansi.
“Misalnya, di Akebay masih dibutuhkan akses jalan masuk ke pemukiman warga. Itu butuh dukungan dari Dinas PUPR. Begitu juga soal jembatan dan transportasi, tentu perlu sinergi dengan Dinas Perhubungan,” pungkasnya.
Ia berharap, dukungan dari berbagai pihak dapat terus ditingkatkan demi kemajuan pariwisata di Tidore Kepulauan.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.