Puluhan mahasiswa meluncurkan buku berjudul “Para Pemuda Berangkat ke Kota: Sketsa-sketsa Memoar Perjalanan” saat memperingati milad ke-29 Independensia. Kegiatan ini digelar di pesisir Pantai Kelurahan Sasa, Ternate Selatan, pada Ahad malam, 2 November 2025.
Juliyanti Umabaihi, sebagai pembedah buku dalam kesempatan itu mengatakan, mengapresiasi antologi memoar yang baru dibedah tersebut.
Meski sederhana, kata ia, karya itu bakal menjadi batu loncatan bagi para penulis agar bisa belajar lebih banyak dan menerbitkan kembali buku yang berkualitas tinggi.
“Saya sangat mengapresiasi tulisan yang digarap teman-teman penulis dalam buku ini,” katanya.
Meski begitu, ia juga melontarkan sejumlah kritikan dan saran terkait isi buku. Mulai dari cara penulisan yang benar, pembuatan judul, isi, penutup, gaya menulis, hingga pada penggunaan kata dan kalimat yang tepat.
“Judul itu harus semenarik mungkin. Karena jadi penentu apakah si pembaca mau membaca tulisan kita atau tidak,” ujarnya.
Samsuria Buamona, koordinator Forum Studi Independensia mengatakan, pihaknya menggelar bedah buku sekaligus memperingati hari jadi ke-29 Independensia.
Buku tersebut, tambah ia, merupakan antologi memoar hasil kelas menulis dari sejumlah perwakilan komunitas literasi dan mahasiswa di Maluku Utara, yang mereka gelar selama beberapa hari.
“Melalui kegiatan ngaji buku ini, menjadi motivasi serta inspirasi terhadap generasi muda dan masyarakat lebih berani untuk berliterasi dalam hal sekecil apapun itu,” ucapnya.
Ia bilang, dua perwakilan penulis buku menjadi pembicara dan menguraikan pengalaman mereka saat mengikuti kelas menulis hingga merampungkan tulisan. Selain itu, lanjutnya, ada pembedah yang hadir dalam diskusi tersebut dengan mengkritisi isi buku maupun memberikan saran.
“Ini menjadi satu poin penting sebagaimana pembedah menyampaikan kekurangan dan kelebihan dalam buku yang ditulis oleh teman-teman,” ucapnya.
Ia berharap, antologi tulisan yang dibedah bisa menjadi pembelajaran dan perbaikan ke depan, serta menjadi cikal bakal penulis hebat Maluku Utara.
“Kegiatan literasi seperti ini, harusnya lebih dikembangkan, agar menjadi pedoman bagi mereka yang mau memulai menulis,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.