Harga hewan kurban di kawasan Pekuburan Cina, Kelurahan Santiong, Ternate Tengah, mengalami kenaikan signifikan menjelang Iduladha 1447 Hijriah/2026. Para pedagang menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu faktor utama yang memicu lonjakan harga ternak tahun ini.
Adnan (42), salah satu pedagang kambing, mengatakan harga kambing mengalami perubahan dibanding tahun sebelumnya, terutama menjelang Iduladha. Saat ini, harga kambing dijual mulai Rp2 juta hingga Rp7 juta per ekor, tergantung ukuran dan kondisi ternak.
“Biasanya kenaikan harga kambing karena ongkos pengiriman. Kalau ambil dari Halmahera, biaya kapal dan biaya buruh juga naik. Apalagi sekarang harga BBM ikut naik, jadi harga barang lain juga ikut naik,” kata Adnan saat ditemui di kawasan Pekuburan Cina, Senin, 25 Mei 2026.
Meski harga naik, menurut Adnan, daya beli masyarakat justru mengalami penurunan. Ia membandingkan kondisi tahun ini dengan Iduladha 2025, ketika pembeli mulai ramai dua hingga tiga hari sebelum lebaran. Namun, tahun ini penjualan cenderung sepi.
Hal serupa disampaikan Kemal (26), pedagang kambing lainnya. Ia mengatakan kenaikan harga hewan kurban tidak lepas dari dampak kenaikan BBM.
“Tahun lalu masih ada kambing yang dijual Rp1 juta per ekor, sekarang paling rendah sudah Rp2 jutaan. Kalau yang besar bisa sampai Rp7-8 juta per ekor,” ujarnya.
Kemal juga mengaku minat masyarakat terhadap kambing mulai menurun karena banyak warga lebih memilih berkurban sapi. Dari 20 ekor kambing yang dijualnya, baru tujuh ekor yang terjual menjelang dua hari Iduladha.
“Mungkin sekarang banyak yang pilih kurban sapi. Minat orang ke kambing sudah mulai berkurang,” katanya.
Sementara itu, pedagang sapi bernama Ismet mengatakan harga sapi tahun ini juga mengalami kenaikan akibat meningkatnya biaya operasional dan BBM. Harga sapi yang dijual berkisar Rp12 juta hingga Rp25 juta per ekor, tergantung bobot badan.
“Sekarang sudah tidak ada sapi harga Rp5 juta. Harga disesuaikan dengan bobot sapi. Untuk sapi dengan berat sekitar 70 kilogram, harganya Rp12-16 juta. Kalau bobotnya 120-130 kilogram bisa sampai Rp22-25 juta,” ungkap Ismet.
Ia menambahkan, harga sapi pada hari biasa sebenarnya lebih rendah, yakni sekitar Rp9-10 juta per ekor. Namun menjelang Iduladha, permintaan dan biaya distribusi ikut memengaruhi harga jual di pasaran.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.