Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Maluku Utara menyebabkan tiga rumah warga di Pulau Hiri, Kota Ternate, rusak parah akibat dihantam angin kencang pada Senin siang, 10 November 2025.

Ferry Hamdai Welley, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Ternate, mengatakan peristiwa tersebut terjadi di tiga kelurahan berbeda, yakni Durari Isa, Togolobe, dan Faudu. Masing-masing kelurahan melaporkan satu rumah rusak berat akibat terjangan angin.

“Kami menerima informasi sekitar pukul 12.00 WIT siang tadi. Angin kencang menghantam tiga rumah di tiga kelurahan berbeda di Pulau Hiri,” ujar Ferry saat dihubungi Kadera.id, Senin, 10 November 2025.

Ferry memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerusakan material cukup signifikan karena atap rumah warga beterbangan diterpa angin.

Setelah menerima laporan, tim BPBD Kota Ternate langsung menuju Pulau Hiri untuk melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak.

“Untuk wilayah Kota Ternate lainnya, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat cuaca ekstrem, kecuali di Pulau Hiri,” tambahnya.

Ferry mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana, terutama saat kondisi cuaca masih tidak menentu. Ia juga meminta warga terus memantau informasi resmi dari BMKG.

“Rilis terbaru BMKG menyebutkan, potensi cuaca ekstrem di Maluku Utara masih akan berlangsung pada 10–16 November 2025. Cuaca ekstrem disertai gelombang tinggi, dan saat ini juga terjadi fenomena Supermoon yang dapat memperparah dampaknya,” ujarnya.

Selain di Pulau Hiri, Puskesmas Gambesi di Kota Ternate juga terdampak cuaca ekstrem. Plafon puskesmas ambruk dan air hujan deras masuk ke dalam ruangan.

“Plafon ambruk membuat sejumlah fasilitas puskesmas ikut basah. Kejadiannya sekitar pukul 12.00 WIT. Beruntung tidak ada korban jiwa,” kata salah satu staf puskesmas.

Sementara itu, dr. Bidawati Hasan, Kepala Puskesmas Gambesi membenarkan insiden tersebut dan mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan darurat agar pelayanan kesehatan tetap berjalan.