Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate menilai aktivitas lalu lintas laut Pelabuhan Gamalama di kawasan Pasar Higienis Bahari Berkesan, Ternate Tengah, berjalan secara ilegal. Pelabuhan yang menjadi titik bongkar muat rute Ternate-Tidore dan Ternate-Halmahera Barat itu dinilai tak layak beroperasi dan tidak memiliki petugas pengawasan.

Sugandi, Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Pertolongan KSOP Kelas II Ternate, mengatakan pelabuhan tersebut secara aset berada di bawah KSOP. Namun, operasionalnya dibiarkan berlangsung tanpa satu pun personel yang bertugas memastikan keselamatan pelayaran.

“Pelabuhannya ini enggak layak. Kita juga enggak mau nanti ada apa-apa di sini. Makanya pengoperasian kapal-kapal yang ada di sini, mereka ilegal. Cuman gimana lagi, katanya buat kebutuhan masyarakat,” kata Sugandi kepada Kadera di ruang kerjanya, Senin, 1 Desember 2025.

Pelabuhan Gamalama telah lama berada dalam kondisi memprihatinkan. Dermaga kayu tampak rusak dan tak pernah tersentuh perbaikan sejak lebih dari satu dekade. Meski begitu, aktivitas bongkar muat tetap berlangsung hampir setiap hari: Senin sampai Sabtu untuk rute Ternate-Tidore, dan sekali sepakan dari Halmahera Barat.

Ketika ditanya soal dugaan pungutan ratusan ribu rupiah terhadap kapal rute Loloda-Ternate, Sugandi mengaku tidak mengetahui praktik tersebut. Ia menegaskan KSOP sedang mempertimbangkan penyegelan pelabuhan untuk mencegah risiko kecelakaan.

“Bagusnya kita segel saja, jangan kasih operasi. Daripada ada terjadi apa-apa di situ,” katanya.

Sebelumnya, para awak kapal mengaku terpaksa memperbaiki dermaga secara swadaya karena tak pernah mendapat perhatian dari pemerintah kota maupun KSOP. Mereka memperkirakan biaya perbaikan struktur mencapai Rp360 juta.

Untuk kapal rute Tidore-Ternate, tidak ada pungutan retribusi. Namun kapal dari Halmahera Barat tetap membayar ke KSOP Kelas II Ternate. Biaya bisa mencapai ratusan ribu rupiah sekali masuk.

“Kalau kita dari Loloda sekali masuk bayar Rp500 ribu. [Tapi] untuk perbaiki jembatan ini inisiatif kita sendiri. Pakai biaya patungan,” kata Umar, awak kapal rute Loloda-Ternate pada 20 September 2025.